• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 30 Januari 2023

Tokoh

Abah Khitam, Istiqamah Shalat Jamaah Meski Sedang Sakit

Abah Khitam, Istiqamah Shalat Jamaah Meski Sedang Sakit
KH Husnul Khitam atau Abah Khitam, aktivis NU yang iistiqamah shalat jamaah meski sedang sakit. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
KH Husnul Khitam atau Abah Khitam, aktivis NU yang iistiqamah shalat jamaah meski sedang sakit. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

KH Husnul Khitam atau karib disapa Abah Khitam wafat pada 2021 lalu. Ia merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Putri Tarik, Sidoarjo. Lahir dari ulama kharismatik KH Muhammad Said Hamdan, ia menjadi sosok yang disiplin ibadah ritual dan aktif dalam ibadah sosial. 

 

Pria yang lahir di Desa Tarik, Sidoarjo pada 17 Desember 1965 silam ini merupakan sosok yang punya selera humor tinggi kala berinteraksi, baik dengan santri atau pun masyarakat umum. Abah Khitam juga sosok kiai yang enggan meninggalkan shalat jamaah meski dalam suasana genting sekalipun.

 

Khodijah Nahdliyah, putri kedua Abah Khitam menyebutkan, bahwa ayahnya merupakan sosok yang enggan meninggalkan shalat jamaah, di mana dan kapan pun. 

 

“Contohnya, Abi pernah rapat di sekolah sampai pukul 14.00 WIB. Setelah selesai, Abi mengajak teman-temannya untuk shalat Dzuhur bersama, namun selesai shalat semua. Abi pun ke rumah, mencari orang yang belum shalat Dzuhur. Karena selesai semua, Abi pun lanjut ke masjid dengan tujuan yang sama, mengajaknya shalat berjamaah,” kenang Ning Nadia, sapaan akrabnya, kepada NU Online Jatim, Rabu (02/02/2022).

 

Ning Nadia menceritakan, bahwa ayahnya itu tetap istiqamah shalat jamaah meski sedang dirawat di Rumah Sakit Gatoel, Mojokerto kala itu. Tak segan Abah Khitam mengajak orang di sekitarnya untuk shalat jamaah meski ia sedang sakit. 

 

“Sampai mengirim pesan di grup WhatsApp keluarga, siapa yang sedang di Rumah Sakit Gatoel dan belum shalat diminta ke kamarnya untuk diajak shalat jamaah,” terangnya.

 

Tak cukup itu, Abah Khitam juga istiqamah dalam melaksanakan puasa Senin. Tidak hanya saat di rumah, Abah Khitam tidak meninggalkan rutinitasnya tersebut meski ia sedang berada di luar kota.

 

Mengembara ke Sejumlah Pesantren
Pendidikan formal Abah Khitam dimulai dari Madrasah Ibtidiyah (MI) Tarik, kemudian melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Tarik. 

 

Setelah lulus Tsanawiyah, Abah Khitam kemudian hijrah ke Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang. Sembari nyantri di pesantren yang didirikan oleh KH Tamim Irsyad pada tahun 1885 ini, Abah Khitam juga bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jombang. Pasca itu, ia kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

 

Belum puas menimba ilmu agama di pesantren, sembari kuliah ia mondok di Pesantren Yanabi'ul Ulum Walhikam,  Jalan Sidoresmo Dalam II Nomor 37, Jagir, Wonokromo, Kota Surabaya. Pengembaraan Abah Khitam di lingkungan pesantren terus berlanjut. Ia kemudian nyantri ke Kediri, tepatnya ke Pesantren Fathul Ulum, Kwagean, Pare, Kediri.

 

Pada tahun 1994, Abah Khitam menikahi Maslahah, perempuan asal Wadungasri, Gedongan, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Dari pernikahannya tersebut, ia dikaruniai empat anak. Putra pertamanya, Mohammad Fatih Billah saat ini menyelesaikan studi pascasarjana di UINSA Surabaya. Sedang anak kedua Abah Khitam, Khodijah Nahdliyah, baru saja lulus sarjana di kampus yang sama.

 

Sedangkan Ahmad Hamdan, putra ketiga Abah Khaitam dengan Nyai Maslahah, saat ini sedang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Ar Rochman, Mojokerto. Dan, anak keempat Abidah Shalihah, juga tengah nyantri di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan.

 

Aktivis NU Tulen
Abah Khitam mempunyai rekam jejak kaderisasi yang lengkap di organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan Nahdlatul Ulama. Tak salah bilamana gelar aktivis NU tulen disematkan Abah Khitam.

 

Ia pernah aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, hingga menjabat sebagai Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tarik masa khidmat 2013-2018. Saat wafat, Abah Khitam tercatat sebagai Mustasyar MWCNU setempat.

 

Selain mengasuh Pesantren, Abah Khitam juga aktif di dunia pendidikan. Ia mengajar di MTSN 3 Sidoarjo sebagai Pengawai Negeri Sipil (PNS). Ia juga mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna, Sidoarjo. Pada tahun 2015, Abah Khitam mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Unggulan Al-Hidayah Tarik tak jauh dari pesantrennya.

  

Satu hal menarik dari Abah Khitam adalah ia sosok yang gemar sepak bola. Ia pun menjadikan Persebaya dan Deltras Sidoarjo sebagai klub bola pujaannya. Lapangan Pancasila, Tarik menjadi saksi masa kecil Abah Khitam dalam mengasah skill sepak bola.


Tokoh Terbaru