• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 4 Oktober 2022

Tokoh

Gus Baha: Kiai Tidak Bahagia Itu Dosa Besar

Gus Baha: Kiai Tidak Bahagia Itu Dosa Besar
KH Ahmad Bahauddin Nur Salim.(Foto:NOJ/NU Network)
KH Ahmad Bahauddin Nur Salim.(Foto:NOJ/NU Network)

KH Ahmad Bahauddin Nur Salim atau yang bisa disapa Gus Baha menjelaskan tentang tips menghadapi kebatilan. Menurut dia, untuk menghadapinya perlu dengan akal sehat dan metode yang benar. Akal sehat tentu menerima kebenaran sudah sewajarnya lebih menarik daripada kebatilan.
 

"Membela kebenaran itu maknanya apa, karena kebenaran itu sudah mempunyai eksistensi secara permanen. Caranya adalah bagaimana kebenaran itu menarik dan kebatilan tidak menarik," jelasnya di auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. 
 

Jangan sampai terjadi yang batil itu lebih menarik, sedangkan yang benar (haq) tidak menarik. Untuk itu sebagai Muslim harus menunjukkan kebahagiaan dalam beribadah, karena ibadah adalah sebuah kebenaran, dan kebahagiaan sebagai wujud ketertarikan melaksanakannya. Terutama bagi kiai-kiai yang jadi idola santrinya.
 

"Jangan sampai di dunia ini terjadi yang benar (haq) itu tidak menarik dan yang batil itu menarik. Sehingga menurut saya, kiai gak bahagia itu dosa besar. Karena apa, orang mau jadi kiai, atau mengidolakan kiai karena melihat kiainya bahagia," jelasnya sembari tertawa ringan di depan hadirin.
 

Kebahagiaan tersebut harus juga ditunjukkan kepada siapa saja. Baik kiai dengan santrinya, kiai saat berada di tengah masyarakat maupun ke keluarganya. Sekali menunjukkan sikap tidak bahagia, figur yang diidolakan tersebut jadi tidak menarik.
 

"Apalagi kalau sampai terjadi, kiainya bertengkar dengan istrinya, tidak akur dengan saudara dan tetangganya, ini jadi figur yang tidak menarik lagi," katanya.
 

Sementara orang-orang yang tidak shalat hidupnya, lanjut Gus Baha, lebih bahagia. Liburannya ke Hawai dan Bali. "Lama-lama orang akan berpikir, kok jadi kiai nasibnya seperti itu, jadi orang tidak shalat kok seperti itu," terangnya.
 

Dengan demikian, sikap bahagia itu harus menjadi target orang salih setiap tindak tanduknya. Sehingga mampu menjadi teladan yang bisa membuat adem bagi para pengikutnya.
 

"Makanya menurut saya, target yang harus dicapai orang-orang shaleh itu bahagia. Sehingga agama ini oleh Nabi disebut membawa kebahagiaan dunia dan akhirat,” pungkasnya.


Tokoh Terbaru