• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 4 Maret 2024

Tokoh

Menilik Profil KH M Hasyim Asy’ari Sang Pendiri Nahdlatul Ulama

Menilik Profil KH M Hasyim Asy’ari Sang Pendiri Nahdlatul Ulama
Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari, pahlawan nasional dan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. (Foto: NU Online)
Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari, pahlawan nasional dan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. (Foto: NU Online)

Tanggal 14 Februari merupakan hari lahir Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari. Tepatnya ia lahir pada 14 Februari 1871 M yang bertepatan dengan Selasa Kliwon, 24 Dzulqa’dah 1287 H di Kabupaten Jombang.

 
Mbah Hasyim, demikian biasa diucapkan Nahdliyin, wafat di Jombang dalam usia 76 tahun. Yakni, pada 21 Juli 1947 M atau 3 Ramadhan 1366 H. Sosok muassis (pendiri) NU ini dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dan diziarahi ribuan orang setiap harinya.


Diketahui, Mbah Hasyim merupakan kakek dari Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia juga besan dari seorang muassis NU lainnya, yaitu KH Bisri Syansuri di kompleks Pondok Pesantren Denanyar, Jombang.


Tidak diragukan lagi, peran Mbah Hasyim penting sekali bagi perkembangan Islam di Nusantara. Ayahanda Menteri Agama fenomenal, KH A Wahid Hasyim, ini mendirikan Pesantren Tebuireng pada 1899 M. Hampir sebagian besar pesantren di Jawa dan Sumatera lahir dari rahim Pesantren Tebuireng. Para kiainya juga pernah menjadi santri Mbah Hasyim.


Selain itu, Hadratussyekh  KH M Hasyim Asy’ari juga berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia mengajak para santrinya untuk berjuang melawan penjajah. Menurut Mbah Hasyim, berjuang melawan penjajah hukumnya fardlu ‘ain, wajib bagi setiap kaum Muslimin Indonesia.


Sebagaimana diriwayatkan dalam film nasional berjudul Sang Kiai, pada 22 Oktober 1945, Mbah Hasyim mengeluarkan fatwa jihad. Isinya, hukum membela negara dan melawan penjajah adalah fardlu ‘ain alias wajib bagi setiap mukallaf (orang dewasa) yang berada dalam radius 88 kilometer.


Jadi, pahala perang melawan penjajah setara dengan jihad fi sabilillah. Oleh karena itu, orang Islam yang gugur dalam peperangan itu dihukumi mati syahid.


Fatwa jihad ini kemudian dikenal dengan istilah Resolusi Jihad. Perjuangan Mbah Hasyim dalam membela Tanah Air menginspirasi lahirnya film Sang Kiai, sebuah film perjuangan yang diproduksi Rapi Films pada tahun 2013.


Karena demikian banyaknya peran dan kontribusi Mbah Hasyim dalam kehidupan berbangsa dan negara, akhirnya pun pemerintah Indonesia menahbiskan Mbah Hasyim sebagai salah satu pahlawan nasional. (Musthofa Asrori)


Tokoh Terbaru