• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Kediri Raya

Berikut Ini Pesan KH Marzuki Mustamar untuk Ratusan Anggota JMQH Blitar

Berikut Ini Pesan KH Marzuki Mustamar untuk Ratusan Anggota JMQH Blitar
Kiai Marzuki Mustamar sedang memberikan mauidzoh hasanah di hadapan ratusan anggota JMQH Blitar (Foto:NOJ/karomi)
Kiai Marzuki Mustamar sedang memberikan mauidzoh hasanah di hadapan ratusan anggota JMQH Blitar (Foto:NOJ/karomi)

Blitar, NU Online Jatim

Jam’iyyah Mudarasatil Quran lil Hafizhat atau dikenal dengan JMQH Blitar pada hari Sabtu bertepatan tanggal 24 Desember 2023 mengadakan acara bertajuk Doa dan Khotmil Quran 100 kali khataman untuk Refleksi Akhir Tahun.


Acara ini dihadiri sejumlah tokoh seperti Bupati Blitar Rini Syarifah, A.md., Kabag Kesra Setda dan Kabag Humas & protokol Setda, serta ratusan Hafizhat (penghapal Al-Quran putri) Kabupaten Blitar yang diketuai oleh Ibu Nyai Hj. Mi'rojul pengasuh Pondok Al-Barokah Blitar.


Dalam acara tersebut hadir pula KH. Agus Muadzin pengasuh Pondok Pesantren Nurus Salam dan  KH. Marzuki Mustamar pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Rosyad Gasek Kota Malang Jawa Timur, sekaligus Ketua TanfidziyahPengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur masa khidmah 2018-2023.


KH. Marzuki Mustamar menyampaikan beberapa pesan yang ditujukan kaum ibu, khususnya para penghapal al-Quran putri (hafizhat) agar menjadi seorang ibu yang memberikan teladan baik bagi anak-anaknya, sehingga keturunannya kelak menjadi generasi yang taat, takwa  kepada Allah.


KH. Marzuki juga berpesan agar para hafizhat tidak pernah bosan mendoakan anak-anaknya disertai tirakat puasa dan rutin menghadiahkan surat al-fatihah sebanyak 100x setiap malam, utamanya setelah tahajud dengan tujuan anak keturunan mendapat berkah dari Al-Quran. 


Tidak hanya itu, Abah Marzuki mewanti-wanti jiwa nasionalisme juga harus ditanamkan pada anak keturunan, supaya mereka menjadi generasi unggul yang mencintai negerinya, dan dijauhkan dari paham radikal. Sebab tidak jarang generasi muda yang terjebak dalam arus radikalisme. Cinta NKRI merupakan pondasi penting bagi warga Indonesia dan berakhlaqul karimah.


Pesan penutup, beliau menegaskan bahwa pendidikan untuk generasi muda harus didukung penuh, baik dari internalkeluarga maupun instansi pemerintah dan harus melalui setiap proses belajar dengan sungguh-sungguh. Bukan malah menggunakan cara yang tidak dibenarkan secara instan.


Acara yang hadiri sekitar 400 hafizhat seluruh kabupaten Blitar ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Marzuki Mustamar.


Editor:

Kediri Raya Terbaru