• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Kediri Raya

Hari Kebangkitan Nasional, Begini Makna Bangkit bagi Pelajar

Hari Kebangkitan Nasional, Begini Makna Bangkit bagi Pelajar
Muhammad Mahmud Muafiq, Direktur SCC PC IPNU Kabupaten Blitar.
Muhammad Mahmud Muafiq, Direktur SCC PC IPNU Kabupaten Blitar.

Blitar, NU Online Jatim

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Menurut sejarah, peringatan ini berawal dari terbentuknya organisasi Boedi Oetomo yang merupakan bentuk keprihatinan sejumlah mahasiswa dengan nasib bangsa yang sudah 300 tahun lebih dijajah.


Muhammad Mahmud Muafiq, Direktur Student Crisis Center (SCC) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Blitar mengungkapkan, momentum Harkitnas harus dijadikan sebagai bahan evaluasi bersama terutama di kalangan Pelajar NU, sebab makna 'bangkit' di sini harus  meliputi berbagai aspek kehidupan. 


“Seperti bangkitnya dunia pendidikan, kesehatan, ekonomi, spritual, moral,  yang terpenting adalah bangkitnya kesadaran para pemuda diantaranya Pelajar NU untuk mewujudkan kemajuan bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya saat ditemui NU Online Jatim.


Afiq, sapaan akrabnya juga menambahkan, beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pelajar NU dalam memakanai Harkitnas adalah senantiasa memperbaiki diri, tidak pernah puas dengan kemampuan yang sudah dimiliki, banyak bergaul dengan orang yang lebih dewasa, sering bergaul dengan masyarakat sekitar,  orang baru. 


“Hal tersebut dapat lebih cepat dalam membangun kesadaran pola pikir kita terhadap permasalahan serta melatih kepekaan terhadap tantangan dunia kedepan,” tuturnya.


Menurutnya, seorang pelajar NU harus senantiasa belajar  membekali diri dengan berbagai softskill agar menjadi generasi muda yang mampu memenuhi tuntutan zaman.


“Sebab tanpa dimungkiri, kita sudah berada di era yang serba digital, apabila tidak bangkit  melek teknologi, kita akan tertinggal,” jelasnya.


Selain itu, yang menurutnya tak kalah penting adalah membangkitkan semangat berjuang dalam organisasi dari sektor mana pun, baik ditingkat cabang, anak cabang maupun ranting. Apalagi Pelajar NU merupakan garda terdepan dalam menjaga ideologi ahlussunnah wal jamaah an-annahdliyyah. 


Dirinya juga berpesan, sebagai pelajar NU sudah seharusnya memiliki jiwa nasionalis yaitu hubbul wathon minal iman. Pelajar NU juga harus memaknai Harkitnas dengan bangkit dari keterpurukan, menuju masa depan yang gemilang, tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk organisasi.


Editor:

Kediri Raya Terbaru