• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 26 Juni 2022

Keislaman

Mengapa Hari Senin dan Kamis Dianjurkan Berpuasa?

Mengapa Hari Senin dan Kamis Dianjurkan Berpuasa?
Ilustrasi suami istri berbuka puasa (Foto:NOJ/theasianparent)
Ilustrasi suami istri berbuka puasa (Foto:NOJ/theasianparent)

Setiap memasuki hari Senin dan Kamis, umat Islam dari berbagai kalangan, baik pekerja kantoran, ustadz, pelajar, berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah, khususnya dengan cara berpuasa dengan niatan mendapatkan keberkahan di hari itu.
 

Timbul pertanyaan, apa sebab kedua hari tersebut menjadi istimewa untuk berpuasa yang selanjutnya menjadi tuntunan umat Islam?
 

Dalam pelacakan hadits terdapat redaksi yang relevan terkait keistimewaan hari Senin dan Kamis, yakni pada hadits riwayat Muslim dari Abi Qatadah:
 

عَنْ أبِي قَتادَةَ الأنْصارِيِّ،  أنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ؟ فَقالَ: «فِيهِ وُلِدْتُ وفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ
 

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Qatadah Al-ansari, bahwa Rasulullah dimintai keterangan terkait puasa hari Senin, beliau menjawab, di hari Senin aku dilahirkan dan di hari itu pula aku menerima wahyu.
 

Sedangkan berkaitan dengan hari Kamis bisa dilacak pada hadits:
 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
 

Artinya: Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah bersabda, seluruh amal hamba itu dilaporkan di hadapan Allah pada hari Senin dan hari Kamis. Aku senang sekali jika amalku diperlihatkan di saat aku sedang berpuasa. (HR Turmudzi dan lainnya)
 

Bila diamati dengan seksama, maka kedua hadits di atas saling berkait-paut membicarakan tentang keistemewaan berpuasa di hari Senin dan Kamis. Maksudnya, hari Senin menjadi istimewa bukan hanya menjadi hari pelaporan amal, namun juga merupakan hari kelahiran Nabi. Begitu pula hari Kamis menjadi istimewa bukan hanya disebabkan terangkatnya amal, namun juga sangat dekat dengan hari Jumat. Oleh sebab itu setelah melakukan puasa hari Kamis disunnahkan untuk melanjutkan puasa hari Jumat.
 

Syekh Bujairimi dalam kitab Attajrid Hasyiyah ala Fathil Wahhab mengatakan:
 

 فائدة: تعرض الأعمال على الله تعالى يوم الاثنين والخميس، وعلى الأنبياء والآباء والأمهات يوم الجمعة، وعلى النبي صلى الله عليه وسلم سائر الأيام اهـ ثعالبي 
 

Artinya: Sebuah faidah: amal perbuatan seseorang dilaporkan di hadapan Allah pada hari Senin dan hari Kamis. Sedangkan di hari Jumat ditunjukkan di hadapan para nabi, ayah, dan ibui. Lalu setiap hari, ditunjukkan di hadapan Rasulullah. Dikutip dari Tsa’alabi.
 

Dengan demikian, hari Senin menjadi istimewa bukan hanya sebab hari pelaporan amal, akan tetapi dikarenakan memang Rasulullah bersyukur atas kelahirannya dengan cara berpuasa, sedangkan hari Kamis menjadi istimewa karena memang pada hari itu seluruh amal dilaporkan di hadapan Allah. Terlebih, apabila puasa hari Kamis dilanjutkan dengan puasa pada hari Jumat yang merupakan hari penuh berkah (sayyidul ayyam).


Editor:

Keislaman Terbaru