• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 Februari 2024

Keislaman

Pahala Sabar Terhadap Kelakuan Istri yang Menyakitkan Hati

Pahala Sabar Terhadap Kelakuan Istri yang Menyakitkan Hati
Ilustrasi istri memarahi suami (Foto:NOJ/suarabatam)
Ilustrasi istri memarahi suami (Foto:NOJ/suarabatam)

Diomeli, dimarahi, atau bahkan dicaci maki istri sedangkan suami hanya diam mendengarkan ocehan istri ternyata mengandung keutamaan dan pahala yang sangat besar. Hal itu bukanlah dalam rangka takut istri, namun lebih kepada berusaha menjadi suami yang memimpin istri dengan cara yang baik. Dengan cara sabar menjauhi kekerasan baik fisik maupun verbal terhadap istri.


Bersabar bukan berarti diam membiarkan istrinya jatuh dalam kejelekan, tetapi lebih kepada menasehati istri dengan cara-cara yang baik. Dalam kitab karya Kiai Nawawi bin Umar Al Banteni halaman 4, disebutkan Hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan keutamaan suami yang sabar terhadap perlakuan jelek seorang istri.


وَرُوِيَ عَنِ الَّنبِي صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ مَن صَبَرَ عَلَى سُوءِ خُلُقِ امْرَأَتَهِ أَعْطَاهُ اللّٰهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلَ مَا أَعطَا أَيُّوبَ عليه السلام عَلى بَلَاءِهِ


Artinya: Diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: "Barang siapa sabar atas jeleknya akhlak istrinya, maka Allah memberikan pahala kepada dirinya seperti pahala yang diberikan Allah kepada Nabi Ayyub AS atas cobaan (yang menimpa).


Dengan bersabar saja atas istri pahala yang diberikan begitu dahsyat. Seperti yang banyak diceritakan, Nabi Ayyub dikenal sebagai Nabi yang sangat sabar. Bagiamana tidak, cobaan demi cobaan besar menimpa diri Nabi Ayyub, mulai harta benda, rumah yang diambil oleh Allah, anak-anaknya meninggal dunia, menderita penyakit parah, dan lain sebagianya dihadapi dengan kesabaran oleh Nabi Ayyub.


Umat Nabi Muhammad, hanya dengan sabar diomeli istri, dimarahi, dicaci maki, jika dia sabar bisa mendapat keutamaan pahala seperti yang diberikan Allah terhadap Nabi Ayyub, sungguh luar biasa. Tentunya hal ini berangkat dari firman Allah yang disebutkan dalam potongan ayat ke 19 Surat An Nisa'.


وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا


Artinya: ....dan pergaulilah mereka secara baik. Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu. Sementara Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.


Bergaul dengan cara yang baik selain perintah Allah dalam Al-Qur'an, juga menjadi kebiasaan Rasulullah SAW terhadap istri-istri beliau. Rasulullah sendiri menyatakan umat terbaik adalah meraka yang paling baik kepada keluarganya. Seperti yang disebutkan dalam Kitab Uqudul Lujain halaman 4.


وَقَالَ صلى الله عليه وسلم إِنَّ مِنْ اَكمَلِ المُؤمِنِينَ اِيمَانًا اَحسَنُهُم خُلُقًا وَأَلطَفُهُم بِاَهلِه


Artinya: Rasulullah SAW bersabda: " Sesungguhnya termasuk paling sempurna-sempurnanya orang mukmin dalam keimanan, adalah merea yang paling baik akhlaknya dan paling lembut kepada keluarganya. (HR. At-Tirmidzi dan Hakim).


وَقَال صلى الله عليه وسلم خَيرُكُم خَيرُكُم لِأَهلِهِ وَأَنَا خَيرُكُم لِأَهلِي


Artinya: Rasulullah juga bersabda: Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling diantara kalian kepada keluargaku. (HR. Ibnu Hibban).


Maka, dengan cara sabar inilah Rasulullah memberi kabar gembira bagi para suami dalam menghadapi istrinya yang mungkin sering membuat hati jengkel. Pahala besar menanti bagi mereka yang sabar, dan seperti disebutkan pada firman Allah diatas, dengan sabar meskipun menahan amarah ternyata Allah memberikan kebaikan yang lebih besar berkat kesabaran suami dengan bergaul secara baik. Wallahu A'lam bisshowab.


Keislaman Terbaru