• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Madura

Gandeng LAZISNU, SMPNU Sumenep Bedah Rumah Dhuafa

Gandeng LAZISNU, SMPNU Sumenep Bedah Rumah Dhuafa
Sisswa SMP NU bergotong royong membantu bedah rumah ibu Maniyah. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Sisswa SMP NU bergotong royong membantu bedah rumah ibu Maniyah. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 
Sekolah Menengah Pertama Nahdlatul Ulama (SMP NU) Sumenep menggelar kegiatan kolaboratif antar mata pelajaran yang mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika dikemas dengan kegiatan Bakti Sosial dan Bedah Rumah Dhuafa milik Maniya di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Sabtu (19/03/2022).​​​​​​
 

Zainal Abidin, Kepala Sekolah SMP NU Sumenep menjelaskan, kegiatan ini merupakan program penguatan profil pelajar Pancasila yang diamanatkan oleh Sekolah Penggerak yang tertuang dalam kurikulum Merdeka. 
 

Untuk mencapainya, pihaknya berkolaborasi dengan NU Care - Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep sebagai mitra building. 
 

"Lewat kegiatan ini, siswa dapat memahami nilai-nilai diri. Diharapkan juga, siswa tidak hanya mengejar nilai raport yang berupa angka, tetapi kepada pengimplementasian ilmu yang diperoleh di sekolah sehingga bermanfaat pada masyarakat dan lingkungannya," terangnya. 
 

Pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Sumenep itu menegaskan, ilmu tidak untuk mengalahkan orang lain, tetapi sebagai alat mengukur diri dari waktu ke waktu. 
 

"Buktinya dalam kegiatan adalah siswa tampak bertanggung jawab dan bekerja sama dalam mewujudkan tujuan pendidikan," imbuh Zainal. 
 

Abd Hadi selaku tenaga pendidik dan juga koordinator kegiatan mengutarakan, kegiatan tersebut untuk melatih siswa mengemas kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi warga yang tidak mampu. 
 

"Rp15 juta yang kami berikan sebagai tali asih pada keluarga Maniya. Dana tersebut dihimpun dari sumbangan wali siswa, siswa, guru, dan masyarakat. Insyaallah finishing rumah selesai sebelum Ramadhan. Karena mau ditempati shalat Tarawih," ungkap Wakil Bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep itu. ​​​​​​​
 

Farzana Anezka Abdillah siwa Kelas VII SMP NU Sumenep ikut senang dengan kegiatan ini. Karena bisa berbagi dengan orang yang membutuhkannya. 
 

"Walaupun sedikit, tetapi kalau dilakukan secara bersama-sama dan gotong royong, bisa meringankan beban orang lain," curahnya. 
 

Di kesempatan yang sama, Kiai Quraisy, Ketua NU Care - LAZISNU Sumenep menyatakan, tujuan dasar bedah rumah dhuafa adalah wujud kepedulian kepada dhuafa yang patut disantuni dan dibantu agar bisa hidup setara antar sesama manusia. 
 

"Kami bersyukur diajak kolaborasi dengan SMPNU agar siswa memiliki kesadaran dini bahwa kita sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan, bisa menanamkan kesadaran diri pada siswa untuk saling tolong menolong dan gotong royong (at-ta'awun) sebagai nilai dasar perjuangan NU," tuturnya. 
 

Dijelaskan pula, pihaknya tidak bisa memberikan yang lebih pada keluarga Maniya. Pemberiannya berupa bahan-bahan bangunan yang bisa meringankan beban keluarga. 
 

"Untuk kekurangan biaya, seperti ongkos tukang, konsumsi dan lainnya, pihak keluarga dan masyarakat sekitar akan dipenuhi oleh mereka kendati masih banyak kekurangan. Untuk itu, kami mengajak kepada warga, khususnya aghniya untuk menyisakan rezekinya untuk Maniya lewat LAZISNU," harapnya. 
 

 

Berkat dari gerakan tersebut, Maniya mengucapkan terima kasih kepada SMPNU dan LAZISNU Sumenep atas bantuan materi, tenaga dan pikirannya. 
 

"Semoga seluruh siswa sukses dan meraih cita-citanya," doanya. Seketika siswa mengamininya. 


Editor:

Madura Terbaru