• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 30 November 2022

Madura

Habib Husain Basyaiban Berbagi Tips Dakwah bagi Mahasiswa

Habib Husain Basyaiban Berbagi Tips Dakwah bagi Mahasiswa
Habib Husain Basyaiban (pegang mik) ungkap cara dakwah bagi mahasiswa saat talk show di STAIS Bangkalan. (Foto: NOJ/ Sa'dullah)
Habib Husain Basyaiban (pegang mik) ungkap cara dakwah bagi mahasiswa saat talk show di STAIS Bangkalan. (Foto: NOJ/ Sa'dullah)

Bangkalan, NU Online Jatim

Konten Kreator Dakwah di Tiktok, Habib Husain Basyaiban menyebutkan untuk memperjuangkan agama Allah tidak harus menjadi kiai, ustadz, ataupun penceramah. Menurutnya, berdakwah juga bisa disesuaikan dengan fashion atau kemampuan yang dimiliki. Oleh karenanya, ada sejumlah tips khusus agar dakwah tersebut diterima.

 

Penegasan tersebut disampaikan Habib Husain Basyaiban saat Talk Show yang diadakan oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh Cholil (STAIS) Bangkalan. Acara yang mengusung tema ‘Kreasi Media Sosial di Era Globalisasi’ ini dipusatkan di aula STAIS Bangkalan, Senin (11/10/2021).

 

Disebutkan oleh Habib Husain, ada tiga metode dakwah yang dapat dilakukan. Pertama, adalah metode kasar yang selalu mengingatkan tentang siksaan dan neraka. Kedua, metode lembut, dengan akan mengingatkan pahala dan surga.

 

“Sedang ketiga, adalah perpaduan keduanya, yakni menasehati dengan ganjaran, surga, yang disandingi dengan peringatan pedihnya siksaan di neraka,” ujarnya.

 

Selain metode, Habib Husain juga mengingatkan tentang pentingnya literasi dalam berdakwah. Literasi dianggap sangat penting untuk mendukung penyebaran agama Islam.

 

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu mengingatkan agar dalam berdakwah selalu menjaga apapun yang dilakukan. Sebab, semua itu kelak akan dihisab, baik keburukan maupun kebaikan.

 

"Apapun yang kita lakukan bisa dijadikan amal jariyah, karena ketika kita akan meninggal maka pertama kali yang dilihat orang adalah story kita," tutur Habib Husain.

 

Ia berpesan kepada mahasiswa tentang tanggung jawabnya sebagai Muslim. Disebutkan bahwa siapapun bebas melakukan apa saja, akan tetapi ingatlah tanggung jawabnya sebagai seorang Muslim.

 

"Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan, tapi ingat kita adalah seorang Muslim yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keislaman kita," pungkasnya.

 

Ketua Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bangkalan, Mufti Shohib yang juga bertindak sebagai narasumber menjelaskan cara aman bermedia sosial.

 

Dikatakan, hendaknya tidak melakukan sesuatu yang apabila orang lain melakukannya membuat terluka. Selain itu, berlebihan dalam menggunakan media sosial juga hal yang tidak dianjurkan.

 

“Jangan berlebihan menggunakan media sosial, karena semua yang kita lakukan akan dihisab. Dimana pun kita hidup, ikuti aturan-aturan yang berlaku. Karena kita hidup berkelompok tidak bisa seenaknya sendiri," pungkasnya.

 

Sebagai informasi, Talk Show yang diikuti lebih kurang 300 mahasiswa STAIS Bangkalan itu berlanngsung interaktif dan peserta khidmat menyimak materi.

 

Penulis: Sa'dullah


Madura Terbaru