• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Madura

Kiai Nasih Tegaskan Masyarakat Madura Cinta Nabi

Kiai Nasih Tegaskan Masyarakat Madura Cinta Nabi
RKH Muhammad Nasih Aschal. (Foto: NOJ/Sa'dullah)
RKH Muhammad Nasih Aschal. (Foto: NOJ/Sa'dullah)

Bangkalan, NU Online Jatim

Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Bangkalan, RKH Muhammad Nasih Aschal, menegaskan pesantren dan masyakarat Madura bukan bagian kelompok anti maulid. Hal itu ia sampaikan pada kegiatan pemecahan rekor Muri pembacaan qosidah burdah terbanyak oleh santri di Pondok Pesantren Syaikhona Moh Cholil Bangkalan, Senin (26/09/2022).

 

"Rekor Muri yang kita pecahkan hari ini merupakan hadiah yang kita persembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia, sebagai sebuah pernyataan sikap bahwa kita cinta nabi, bahwa kita bukan orang yang anti maulid, anti tahlil dan lain-lainnya," kata Kiai Nasih.

 

Menurut Kiai Nasih, penegasan ini dilakukan untuk menguatkan aqidah ahlussunah wal jamaah di masyarakat bersamaan dengan datangnya bulan Maulid Nabi Muhammad.

 

"Sekaligus ini adalah sebuah pembuktian bahwa kita semua cinta NKRI. Semoga ini juga bisa menjawab terhadap keresahan dan keraguan kita semua yang sering resah dengan berbagai macam aksi-aksi yang ingin menghapus paham-paham ahlussunnah wal jamaah," jelasnya.

 

Seperti diketahui, Pondok Pesantren Syaikhona Moh Cholil menggelar pembacaan qosidah burdah menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pembacaan burdah ini sekaligus memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri). Perwakilan Muri, Sri Widawati menyebutkan, kegiatan ini memecahkan rekor MURI dengan pembacaan qosidah burdah oleh santri terbanyak.

 

"Sebelumnya 3000 santri yang diusulkan ke Muri. Namun ternyata dari hasil verifikasi yang kami lakukan hari ini melebihi rekor yang diusulkan, tepatnya ada 3647 peserta. Kegiatan kali ini memang luar biasa karena diikuti oleh santri terbanyak," kata Sri Widawati.


Madura Terbaru