• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 8 Juli 2022

Madura

Harlah Ke-99 NU

LKNU Lakukan Fogging, Cegah DBD di Sumenep

LKNU Lakukan Fogging, Cegah DBD di Sumenep
Tim LKNU MWCNU Saronggi Kabupaten Sumenep saat melakukan fogging. (Foto: Istimewa)
Tim LKNU MWCNU Saronggi Kabupaten Sumenep saat melakukan fogging. (Foto: Istimewa)

Sumenep, NU Online Jatim

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Saronggi, Kabupaten Sumenep melakukan fogging di tiga titik. Yakni, Desa Muangan, Talang dan Saroka, Sabtu (12/02/2022). Acara digelar untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU.

 

Ketua LKNU Saronggi, H Ibnu Fadirul Wahid menjelaskan, kegiatan ini dilakukan karena maraknya demam berdarah, khususnya di tiga desa tersebut.

 

"Untuk alat dan obat-obatan, kami bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Saronggi. Sedangkan pengawalan, kami juga menggandeng Bintara Pembina Desa (Babinsa) Tentara Negara Indonesia Angkatan Darat (TNI AD)," ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim.

 

Untuk sementara waktu, lanjutnya, pihaknya masih fokus pada 3 desa saja. Karena nyamuk aedes aegypti sudah tersebar di sana. Selain itu, pihaknya meredam keresahan dan keluhan masyarakat.

 

"Kami bergerak atas suara warga NU dan instruksi MWCNU untuk melakukan fogging, sehingga masyarakat merasa terbantu dengan adanya pengasapan ini," ungkapnya.

 

Wakil Katib MWCNU Saronggi, Taufikurrahman berharap kegiatan ini ada tindak lanjut. Maksudnya, tidak hanya dilakukan di 3 titik saja, melainkan di seluruh desa, karena saat ini masuk musim penghujan.

 

"Saat debit hujan besar, banyak selokan yang meluap akibat sampah yang menyangkut di aliran air. Bahkan benda-benda yang tak layak pakai, terkadang tidak dikubur oleh masyarakat, sehingga dijadikan sarang nyamuk," terangnya.

 

Untuk itu, ia berharap kepada LKNU juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat, mulai dari menjaga kebersihan rumah, halaman rumah, kebersihan bak air, dan sebagainya.

  

"Berkenaan dengan tindak lanjut, kami serahkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) untuk berkoordinasi dengan kami, khususnya bagi Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang ada di tingkat kecamatan," pintanya.


Editor:

Madura Terbaru