• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 23 April 2024

Madura

Mengenal Muafi, Kader IPNU di Bangkalan Berkhidmah dengan Keterbatasan

Mengenal Muafi, Kader IPNU di Bangkalan Berkhidmah dengan Keterbatasan
Muafi, kader IPNU Tanah Merah Bangkalan. (Foto: NOJ/Ryan Syarif Hidayatullah)
Muafi, kader IPNU Tanah Merah Bangkalan. (Foto: NOJ/Ryan Syarif Hidayatullah)

Bangkalan, NU Online Jatim

Semangat pantang menyerah terpancar dalam perjuangan Muafi dalam mengabdikan dirinya di Nahdlatul Ulama (NU). Ia merupakan kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan yang mengalami kelainan di bagian kaki dan mulut sejak lahir.


Muafi mengatakan, kelainan yang dialaminya dulu sempat dioperasi oleh orang tuanya. Namun sampai sekarang belum ada hasilnya.


"Keadaan saya kaki tidak normal, cara berbicara kurang jelas. Sehingga ketika menyampaikan sesuatu itu kadang ditulis dan ada sebagian yang mengerti," ujarnya kepada NU Online Jatim, Sabtu (24/02/2024).


Muafi merupakan Ketua Pimpinan Ranting (PR) IPNU Desa Dumajah masa khidmat 2022-2024. Ia selalu dibantu wakilnya saat menyampaikan ide dan gagasannya. Namun ketika sambutan, ia menyampaikannya sendiri.


"Kebetulan wakil saya itu teman sehari-hari. Jadi, apa yang saya sampaikan itu mengerti dan ketika saya sambutan yang lainnya juga memaklumi," terangnya.


Muafi menceritakan, awalnya masuk di organisasi IPNU karena ikut-ikutan. Ia baru merasakan kenikmatan dan barokah dalam mengabdi pada tahun 2021. "Dari situlah rasa cinta ke organisasi ini tumbuh dan sampai sekarang terus melekat," ungkapnya.


Selama mengabdi di IPNU, Muafi berhasil mencapai keinginannya yakni berkuliah. Ia tampak senang karena bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. "Dengan pendidikan saya bisa menggapai cita-cita saya walaupun memiliki keterbatasan," tuturnya.


Ia merasa bersyukur karena selain berhasil kuliah, juga teman-teman IPNU turut membantunya dalam mengurus administrasi. "Mulai dari ngurus ijazah paket C sampai ikut mengawal saya mendaftar di Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Hikmah (STAIDHI) Bangkalan," jelasnya.


Muafi mengaku, mengabdi di organisasi khususnya di IPNU selalu menanamkam prinsip pengabdian sebagai petualangan. Hal tersebut agar proses pengabdian bisa dinikmati oleh semuanya tanpa adanya keluhan.


"Tanamkan juga rasa memiliki terhadap organisasi agar timbul rasa ingin merawat dan menjaga organisasi," pungkasnya.


Penulis: Ryan Syarif Hidayatullah


Madura Terbaru