• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Madura

Sisi Negatif Gadget dan Platform Digital di Era Post Truth

Sisi Negatif Gadget dan Platform Digital di Era Post Truth
Ach Zubairi Karim, Wakil Ketua PCNU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Ach Zubairi Karim, Wakil Ketua PCNU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ach Zubairi Karim menjelaskan, bahwa di zaman post truth saat ini seluruh masyarakat beralih pada media digital guna berinteraksi dengan kehidupan. Namun, di balik sisi positif yang ditimbulkan, terdapat pula sisi negatif.


Pernyataan ini disampaikan di acara NU Sumenep Menyapa yang diselenggarakan PCNU Sumenep di masing-masing Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU). Kali ini, dilaksanakan di MWCNU Pragaan dan dipusatkan di Pondok Pesantren Agung Damar Pakamban Daya, Pragaan, Sumenep, Selasa (19/04/2022) malam.


“Dulu, saat saya masih jadi pengurus MWCNU Pragaan, kami tak pernah disorot kamera. Namun, ketika saat ada di PCNU saat ini, gerak-gerik kami terpantau oleh kamera media NU yang digawangi Lembaga Ta'lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU),” terangnya.


Disebutkan, bahwa LTNNU merupakan departementasi NU yang bertugas mengembangkan penulisan, penerjemahan dan penerbitan buku atau kitab. Serta sebagai media informasi sebagaimana paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


“Berkat dorongan dan adanya media NU ini, kita yang hidup di era digital, tak perlu datang langsung ke lokasi untuk menyaksikan berbagai macam kegiatan. Karena sudah bisa disaksikan di kanal youtube atau website,” ungkap Zubairi.


Untuk mengakses berita dan ragam informasi, lanjutnya, warga NU yang ada di akar rumput harus memiliki Smartphone yang tersambung ke internet. Di era 5.0 saat ini, alat-alat elektronik sangat penting.


“Dulu saat kami di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, tak ada seorang pun pegang HP saat liburan pesantren. Komunikasi kami lewat surat dan silaturahim langsung ke rumah teman-teman,” kenangnya.


Berhubung zaman sudah berubah, santri saat ini membutuhkan piranti media elektronik untuk berinteraksi dengan kehidupan sosial. Jika tidak demikian, maka ia dianggap sebagai generasi muda yang akan tertinggal.


Dirinya menyadari, bahwa anak-anak mudah terpengaruh dengan konten-konten di internet. Oleh karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat agar orang tua tidak mudah membelikan HP untuk anak.


“Kecuali memang kebutuhan terhadap HP tersebut sangat mendesak dan menjadi organ kebutuhan pokok, maka dipersilakan,” tandasnya.


Madura Terbaru