• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Malang Raya

Konsep Moderasi Beragama Digodok Tokoh Lintas Agama Jatim

Konsep Moderasi Beragama Digodok Tokoh Lintas Agama Jatim
Pembacaan do’a oleh KH M Jazuli Nur Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim dalam Pembukaan Semiloka Moderasi Beragama di Indonesia FKUB Jatim di Harris Hotel & Conventions Malang pada Jum’at (23/04/2021) malam. (NOJ/Moch Miftachur Rizki)
Pembacaan do’a oleh KH M Jazuli Nur Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim dalam Pembukaan Semiloka Moderasi Beragama di Indonesia FKUB Jatim di Harris Hotel & Conventions Malang pada Jum’at (23/04/2021) malam. (NOJ/Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Timur menggelar ‘Semiloka Moderasi Beragama di Indonesia’. Kegiatan ini dilaksanakan di Harris Hotel & Conventions Malang pada Jum’at sampai Ahad (23-25/04/2021). Kegiatan ini diharap berhasil memunculkan panduan moderasi beragama yang disepakati oleh semua agama.

 

“Kegiatan ini merupakan program prioritas dari FKUB Jatim. Karena kita tahu bahwa moderasi beragama ini terminologinya sudah lama namun belum adanya kejelasan dari masing-masing majelis agama. Forum ini nantinya akan mencari titik temu dari masing-masing ajaran agama,” Kata A Hamid Syarif, Ketua FKUB Jatim kepada NU Online Jatim selepas pembukaan acara.

 

Ia berharap kegiatan ini bisa memunculkan panduan moderasi beragama yang disepakati oleh semua agama nantinya.

 

“Kita menginginkan khususnya pengurus PKUB Provinsi Jawa Timur memiliki pemahaman, perbuatan, dan pemikiran yang sama. FKUB Jawa Timur akan mencoba menyusun sebuah pedoman yang bisa menjadi acuan untuk moderasi agama kedepan,” pungkasnya.

 

Sementara KH Syafrudin Syarif, Wakil Ketua FKUB Jatim menyampaikan, kerukunan umat beragama yang berada di Jatim sudah relatif kondusif.

 

“Alhamdulillah kerukunan umat beragama di Jawa Timur sudah terlihat kondusif. Komunikasi antar pemuka agama ini harus tetap berjalan dengan baik karena untuk menjaga stabilitas keagamaan khususnya di Jawa Timur,” ungkap Katib Syuriyah PWNU Jatim tersebut.

 

Kiai Syafrudin berharap munculnya konsep moderasi beragama dalam forum ini untuk menangkal radikalisme yang masih marak.

 

“Radikalisme yang menjalar saat ini terjadi karena pemahaman media sosial yang salah. Oleh karena itu kemudian kita akan mencari konsep bagaimana moderasi beragama yang tepat untuk milenial yang ada agar nantinya mereka dapat ternetralisir dari paham–paham radikal. InsyaAllah Jawa Timur akan aman dan damai jika pemuka masing-masing agama bisa bersinergi dengan baik,” jelas Pengasuh Ponpes Roudlotul Muta'allimin Wonoasih Kota Probolinggo tersebut.

 

Selaku perwakilan Pemprov Jatim, Ardo Sahak sangat mendukung kegiatan FKUB ini untuk mengawal agar Jawa Timur tetap kondusif.

 

“Pemprov sangat mendukung acara moderasi keagamaan seperti ini. Karena tujuannya adalah untuk mempererat jalinan antar keberagaman agama di negara kita khususnya di Jawa Timur,” papar Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Jatim tersebut.

 

Turut hadir dalam kegiatan ini yakni A Hamid Syarif Ketua FKUB Jatim, KH M Jazuli Nur Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, H Masdar Hilmy, Nur Syam, Himawan Estu Bagijo, Thoriqul Huda Ketua Forkugama Jawa Timur.

 

 

Selain itu ada pula KH Syafrudin Syarif dari perwakilan Islam, Philip K W dari perwakilan Buddha, Pendeta Natael Hermawan dari perwakilan Kristen, Pratista Trinarsa dari perwakilan Katolik, I Ketut Sudiartha dari perwakilan Hindu, Ongky Setio Kuncoro dari perwakilan Konghucu, serta Ardo Sahak selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Jatim.

 


Editor:

Malang Raya Terbaru