• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Malang Raya

Lailatul Ijtima NU Batu Diisi Ngaji Kitab dan Pengumpulan Koin

Lailatul Ijtima NU Batu Diisi Ngaji Kitab dan Pengumpulan Koin
Lailatul Ijtima dan Temu Kader PCNU Kota Batu yang diisi Ngaji Kitab dan Pengumpulan koin NU. (Foto: NOJ/ Zaiyana Nur Ashfiya)
Lailatul Ijtima dan Temu Kader PCNU Kota Batu yang diisi Ngaji Kitab dan Pengumpulan koin NU. (Foto: NOJ/ Zaiyana Nur Ashfiya)

Batu, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batu menggelar Lailatul Ijtima dan Temu Kader pada Senin (17/01/2022) malam. Acara yang dipusatkan di aula PCNU setempat tersebut diisi dengan kajian Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah dan ditutup dengan pengumpulan koin NU.

 

Rais PCNU Kota Batu, KH Abdullah Thohir bertindak sebagai pengampu kajian kitab karya monumental muassis NU Hadratusyaikh KH M Hasyim Asy'ari. Ia menjelaskan, bahwa KH M Hasyim Asy'ari mengarang kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah dengan tujuan untuk memberikan pemahaman terkait tradisi Aswaja.

 

Menurutnya, di dalam kitab tersebut banyak dijelaskan tentang hadits-hadits yang salah satunya menjelaskan bagaimana mengadakan selamatan untuk orang meninggal, mulai dari hari kematiaannya sampai hari ke seribu pasca wafat.

 

"Ada yang namanya tumpeng pungkur, lalu tiga harian, 40 hari, 100 hari sampai haul. Tentu, hal ini untuk menyangkal pendapat bahwa selamatan orang meninggal adalah ajaran orang Hindu," jelasnya.

 

Pada bagian mukaddimah kitab tersebut, ia juga menjelaskan perihal sunah dan bid'ah. Disebutkan, bahwa prinsip dari pengikut akidah Ahlussunnah wal Jamaah adalah mengikuti Sunah dari Rasulullah SAW dan sunah dari Khulafaur Rasyidin.

 

"Hal ini sebagaimana yang dipesankan oleh Rasulullah, setelah beliau wafat akan ada banyak perbedaan, maka ikutilah sunahku dan sunah khulafaur rasyidin," terangnya.

 

Terkait bid'ah, disebutkan terbagi menjadi lima. Yaitu bid'ah wajib, bid’ah haram, bid’ah sunah, bid’ah makruh, dan bid’ah mubah.

 

“Bid’ah wajib contohnya belajar ilmu nahwu dan belajar ilmu tajwid. Bid'ah haram seperti pahamnya jabariyah, qadariyah dan mujassimah. Bid'ah sunah semisal membangun pesantren, madrasah dan TPQ. Sedang bid'ah makruh contohnya menghias masjid dengan berlebihan, dan bid'ah mubah seperti berdzikir menggunakan tasbih,” ungkapnya.

 

Sementara Ketua PCNU Batu, H A Budiono menyebutkan, bahwa kegiatan lailatul ijtima tersebut nantinya akan dijadikan sebagai agenda rutin. Dan diikuti oleh seluruh alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) dan banom NU di semua tingkatan.

 

“Pelaksanaannya akan dilakukan secara rutin setiap bulan pada tanggal 17,” ungkapnya. 

  

Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan pengumpulan koin NU dari alumni PKPNU angkatan 1-4. Total sebanyak Rp1.703.600 dana diperoleh pada pengumpulan koin perdana ini sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan kemandirian umat.


Malang Raya Terbaru