• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 29 November 2022

Malang Raya

PBNU Tetapkan Imkanur Rukyat 3 Derajat, LFNU Jatim: Sepakat

PBNU Tetapkan Imkanur Rukyat 3 Derajat, LFNU Jatim: Sepakat
Proses pemantauan Rukyatul Hilal. (Foto: NOJ)
Proses pemantauan Rukyatul Hilal. (Foto: NOJ)

Malang, NU Online Jatim

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan bahwa kriteria imkanur rukyah atau minimal ketinggian hilal ialah 3 derajat dalam penentuan awal Ramadhan 1443 Hijriyah. Pengurus Wilayah LFNU Jawa Timur menyepakati dan mengikuti ketetapan tersebut, dari kriteria semula minimal ketinggian hilal 2 derajat.


Ketua PW LFNU Jatim, KH Shofiullah mengatakan, ada sejumlah alasan terkait perubahan kriteria minimal ketinggian hilal tersebut. Di antaranya ialah banyaknya polusi udara, khususnya di Pulau Jawa, yang menyebabkan cahaya hilal menjadi semakin redup.


"Oleh karena itu kemudian diperlukan ketinggian yang lebih. Karena semakin tinggi (derajat hilal), maka semakin tebal sisi hilalnya semakin mungkin terlihat," kata KH Shofiullah saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Jum'at (01/04/2022).


Kiai Shofiullah menambahkan, lingkungan yang semakin banyak polusi itu merupakan alasan atau faktor yang palin masuk akal untuk menaikkan batas minimal ketinggian hilal dari semula cukup 2 derajat menjadi 3 derajat.


“Hal inilah yang harus terus disosialisasikan (kepada masyarakat) melalui media-media,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda IV, Kepanjen, Kabupaten Malang ini.


Dirinya pun menjelaskan, bahwa apa yang telah dilakukan oleh Tim Rukyatul Hilal selama ini dalam melihat hilal 2 derajat tidak keliru. Hanya saja memang di tengah kondisi saat ini memerlukan ketinggian hilal yang lebih tinggi.


"Kemenag juga menetapkan kriteria minimal 3 derajat pada 25 Februari 2022 lalu. Sudah ada edarannya, bahwa mulai Ramadhan 1443 Hijriyah ini mereka memakai ketinggian hilal 3 derajat," jelasnya.


Selain itu, kesepakatan atas ketetapan yang dilakukan PBNU tersebut sesuai dengan arahan Rais PWNU Jawa Timur, KH Anwar Mansur Lirboyo Kediri, saat taujihat dalam Rapat Pleno dan Musyawarah Alim Ulama di Pesantren Sunan Bejagung Tuban beberapa waktu lalu. Yakni, hendaknya satu kata dan tertib organisasi agar tidak terjadi perbedaan dengan pimpinan di tingkat pusat.


"Ya, kita sami'na wa atha’na. Artinya kita tetap akan memback up apa yang diputuskan. Hanya saja memang nanti harus kerja ekstra, karena kita yang bersinggungan (dengan masyarakat) di bawah," ujarnya.


Ia pun berpesan, bahwa atas perubahan kriteria dalam imkanur rukyat tersebut disosialisasikan dan dilakukan edukasi secara arif dan bijaksana kepada tim rukyatul hilal, khususnya di Jawa Timur, guna mendukung keputusan PBNU.


Pihaknya menambahkan, bahwa hingga saat ini di Jawa Timur mayoritas hilal berada di kisaran 2,2 derajat. Selain itu, untuk beberapa daerah sedang mengalami cuaca mendung. Itu berarti hilal belum berhasil terlihat sesuai dengan kriteria minimal 3 derajat yang telah ditetapkan.


"Bisa jadi nanti hilal tidak berhasil dilihat sesuai kriteria tersebut. Itu berarti awal Ramadhan adalah hari Ahad lusa,” tandasnya.


Malang Raya Terbaru