• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Matraman

Dinkes Monitoring Pesantren Tangguh Covid-19 di Magetan

Dinkes Monitoring Pesantren Tangguh Covid-19 di Magetan
Dinkes Kabupaten Magetan melakukan monitoring di pondok pesantren setempat. (Foto: Istimewa).
Dinkes Kabupaten Magetan melakukan monitoring di pondok pesantren setempat. (Foto: Istimewa).

Magetan, NU Online Jatim

Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan akan penyebaran Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan melakukan monitoring dan evaluasi di pondok pesantren yang ada di wilayah setempat.

 

Kegiatan bertajuk ‘Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru di Pondok Pesantren’ ini merupakan bentuk kontrol terhadap pesantren tangguh Covid-19 di Kabupaten Magetan. Dalam laporannya, dipastikan bahwa santri-santri yang ada di pondok pesantren tidak terkonfirmasi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan Dinkes Kabupaten Magetan bersama Dinkes Provinsi Jawa Timur, Rabu (02/06/2021).

 

Toto Aprijanto, Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat mengatakan, bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan terus berupaya untuk melakukan pengendalian terhadap penyebaran Covid-19 yang belum selesai.

 

”Kita bersama tim dari Dinkes Provinsi Jawa Timur melakukan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru di Pondok Pesantren dengan para Kiai, Ustadz maupun pengurus pondok pesantren, dengan harapan para santri yang kembali ke pondok aman dari virus Covid-19,” terangnya dilansir Suksesi Nasional.

 

Pihaknya juga mengatakan, Dinkes Kabupaten Magetan dan Puskesmas terdekat rutin melakukan pengawasan dan peninjauan bagi pondok pesantren dengan memfungsikan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).

 

Dirinya punya mengimbau, agar santri selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya. “Yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilisasi massa, dan menghindari kerumunan,” pungkasnya.


Matraman Terbaru