• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Matraman

Guru NU di Trenggalek Dimatangkan Pengetahuan Aswaja

Guru NU di Trenggalek Dimatangkan Pengetahuan Aswaja
Diklat Aswaja yang digelar PW Pergunu Jatim bersama LP Ma'arif NU dan PAC Pergunu Watulimo, Trenggalek. (Foto: Istimewa)
Diklat Aswaja yang digelar PW Pergunu Jatim bersama LP Ma'arif NU dan PAC Pergunu Watulimo, Trenggalek. (Foto: Istimewa)

Trenggalek, NU Online Jatim

Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Timur bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Watulimo dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pergunu Watulimo, Trenggalek menggelar Diklat Aswaja, Sabtu-Ahad (22-23/01/2022).

 

Kegiatan yang diikuti guru NU di kecamatan setempat ini dipusatkan di SMP Islam Watulimo, Trenggalek. Adapun materi yang diajarkan terbagi enam sesi, meliputi, konsep dan sejarah Ahlussunnah wal Jamaah, akidah, fikih, tasawuf, aliran dan kelompok di luar Aswaja, serta ke-NU-an.

 

“Enam sesi ini menyesuaikan dengan bab isi buku Khazanah Aswaja yang ditulis oleh Tim Aswaja NU Center Jawa Timur. Metode (kegiatan) ceramah dan presentasi diskusi kelompok, “ ujar Yusuf Suharto, salah satu pemateri dari Aswaja NU Center Jawa Timur.

 

Dirinya menekankan, bahwa dalam bermanhaj Ahlussunnah wal Jamaah ada hikmah yang luar biasa. Karena perbedaan pendapat yang terjadi pada ulama disikapi sebagai rahmat.

 

“Di NU itu biasa, ada perbedaan pendapat. Ada yang lebih suka ketat, dan ada yang lebih longgar. Itu dinamika yang selalu ada di NU,“ imbuhnya.

 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa perbedaan pendapat dalam fikih itu bukan penyebab perpecahan. Justru hal tersebut sebagai bukti kesempurnaan Islam dan menjadi rahmat bagi umat Muslim. 

 

"Perbedaan itu menjadi rahmat bagi kaum Muslimin. Kita bisa memilih pendapat yang sesuai, tentu harus selaras dengan arahan para ulama," kata pria yang juga Ketua Umum Persatuan Dosen Agama Islam (Persada) Nusantara Jawa Timur ini.

 

Bahkan menurutnya, berpegang teguh dengan satu madzhab itu bukan suatu keharusan. Namun, karena dengan satu mazhab itu lebih praktis, maka pilihan satu madzhab menjadi yang utama.

 

“Namun, dalam beberapa permasalahan yang menurut para ulama diberi alternatif madzhab lainnya, maka kita ikuti arahan ulama. Dan, inilah kemudahan dalam Islam," tuturnya.

 

Sementara itu, Sekretaris PW Pergunu Jatim Ahmad Faqih dalam penyajiannya membahas dua tema, yaitu mafahim Aswaja dan ke-NU-an. Menurutnya, secara tegas NU menyatakan bahwa NKRI sudah final.

 

“NU tegas menyatakan bahwa NKRI sudah final, sudah selesai. NKRI itu sah sebagai implementasi bernegara,” tegasnya.

 

Faqih pun memotivasi para guru agar terus bergerak dan mencintai NU. Menurutnya, perubahan akan terjadi jika dibarengi dengan gerakan-gerakan yang membawa pada arah perubahan.

 

“Sebagai guru, mari kita bertekad mengawal Aswaja dan NU. Mengadakan kegiatan tidak harus dihadiri banyak orang, tapi yang penting dikemas dengan menarik,” tandasnya.

  

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua LP Ma’arif NU Trenggalek Muhib Asrori, dan disaksikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pergunu Trenggalek Ustadz Yasin ini dipungkasi dengan pemberian hadiah buku Khazanah Aswaja kepada peserta.


Editor:

Matraman Terbaru