• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Matraman

Inilah 4 Tipe Manusia Sukses dan Gagal dalam Kehidupan

Inilah 4 Tipe Manusia Sukses dan Gagal dalam Kehidupan
Gus Ab saat memberikan Tausiyah Pengajian Ahad Wage di Masjid Besar Nurul Huda Tanjunganom (Foto: NOJ/Haafidh Nur Siddiq Yusuf)
Gus Ab saat memberikan Tausiyah Pengajian Ahad Wage di Masjid Besar Nurul Huda Tanjunganom (Foto: NOJ/Haafidh Nur Siddiq Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim

Perjuangan harus terus dilakukan oleh siapa saja  jika ingin menggapai kesuksesan. Bisa jadi, perjuangan dimulai dari ketidaksuksesan, namun pada akhirnya kesuksesan akan dapat diraih. Meski ada pula perjuangan yang awalnya sukses, namun pada akhirnya gagal tidak sesuai dengan yang diharapkan.

 

Penjelasan tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Bandar Kidul Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil saat memberikan tausiyah pada ‘Ngaji Ahad Wage’ di Masjid Besar Nurul Huda Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk pada Ahad (14/11/2021).

 

Menurut Gus Ab, sapaan akrabnya, manusia di dunia terbagi menjadi 4 macam atau tipe. Pertama adalah manusia yang sukses di dunia dan sukses di akhirat. Golongan ini adalah mereka yang beriman dan taat kepada Allah serta memberikan apa yang dimilikinya sesuai dengan perintah Allah.

 

"Salah satu contohnya para Nabi, Rasul dan kekasih Allah. Mereka ditakdirkan oleh Allah sukses di dunia dan sukses di akhirat," jelasnya.

 

Kedua adalah mereka yang sukses di dunia namun gagal di akhirat. Yakni manusia yang telah dianugerahi rezeki melimpah oleh Allah tetapi tidak dugunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.

 

"Orang tersebut ini beruntung, dihormati, diberikan kedudukan tinggi namun hanya di dunia tidak di akhirat," terangnya.

 

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri tersebut melanjutkan, golongan ketiga adalah manusia yang tidak sukses di dunia namun mendapat kesuksesan luar biasa di akhirat.

 

Golongan ini adalah mereka yang kehidupannya tidak dikaruniai rezeki dunia yang banyak, namun memiliki keteguhan iman dan istiqamah beribadah dengan semangat kepada Allah.

 

"Termasuk orang-orang yang sabar dalam ujian Allah berupa kemiskinan, namun tetap gigih beribadah kepada Allah," tutur Gus Ab.

 

Dan yang paling celaka adalah yang keempat yaitu manusia yang tidak sukses di dunia tidak sukses pula di akhirat. Di antaranya orang yang hidup sengsara di dunia dan jauh dari Allah bahkan pada akhirnya meninggal dalam keadaan su’ul khatimah.

 

 

"Semoga kita tidak menjadi golongan yang keempat, di mana kita dianugerahi rezeki yang cukup ditambah dengan tidak memiliki amal ibadah kepada Allah," pungkasnya.


Editor:

Matraman Terbaru