• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Matraman

Mengawal Pembangunan Daerah Jadi Fokus PKL PMII Ponorogo

Mengawal Pembangunan Daerah Jadi Fokus PKL PMII Ponorogo
Kegiatan PKL PC PMII Ponorogo di UPT BLK Desa Karanglo Lor, Sukorejo, Ponorogo, Sabtu (02/03/2024). (Foto: NOJ/ Arisel Wiji Aningrum)
Kegiatan PKL PC PMII Ponorogo di UPT BLK Desa Karanglo Lor, Sukorejo, Ponorogo, Sabtu (02/03/2024). (Foto: NOJ/ Arisel Wiji Aningrum)

Ponorogo, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ponorogo menggelar Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) bertajuk ‘Multifokus Kaderisasi dalam Mengawal Pembangunan Daerah’. Kegiatan itu dipusatkan di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Jumat-Rabu (01-06/03/2024).

 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo, Kiai Fatchul Aziz memberikan apresiasi atas dilaksanakannya agenda kaderisasi organisasi. Menurutnya, PC PMII Ponorogo dirasa cukup masif dalam berkegiatan.

 

"Saya atas nama PCNU Ponorogo mengucapkan selamat dan sukses. Saya kira ini upaya yang luar biasa karena PC PMII itu hanya satu tahun masa jabatan, dan ini baru berapa bulan dilantik (Desember) sudah luar biasa," ujarnya.

 

Kiai Aziz juga mengapresiasi tema yang diusung karena cukup menarik. Ia berharap setelah kegiatan PKL berakhir terdapat penugasan bagi peserta dengan melakukan pemetaan dan memahami secara detail berkaitan tentang otonomi daerah.

 

"Temanya cukup menarik, sangat bagus sekali. Kami dari PCNU (Ponorogo) berharap agar setelah PKL ini supaya ada penugasan, karena sahabat-sahabat PMII ini berbasis akademik. Karena kalau mengawal kebijakan pembangunan daerah tidak memahami secara detail terkait otonomi daerah, ini nanti jangan-jangan yang dikawal tidak pas," jelasnya.

 

Di samping itu, dirinya pun mengingatkan bahwa mengawal kebijakan daerah juga harus didasarkan dengan data dan selalu update informasi.

 

"Saya kira visi besarnya mengawal Indonesia dan mengawal Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan demikian melakukan pengawalan harus selalu update data, karena semua keputusan harus berbasis data sehingga menjadi tepat keputusan yang diambil," ucapnya.

 

Sementara Ketua PC PMII Ponorogo, Khairi Zainul Aziz menjelaskan, bahwa tema tersebut diambil agar kader PMII dapat ikut serta mengawal kebijakan pembangunan daerah, dan turut serta dalam merumuskan rekomendasi sesuai dengan paradigma kritis-transformatif.

 

"Kita PC PMII Ponorogo memiliki basis anggota yang heterogen, maka dari itu kita fokuskan dalam rangka mengawal kebijakan pembangunan daerah di Ponorogo dari sudut pandang akademis. Bukan hanya saling mengkritik atau bahkan menjatuhkan, tapi bagaimana kita dapat merumuskan produk-produk, rekomendasi sesuai dengan paradigma PMII," katanya.

 

Selaras dengan hal tersebut, Aziz juga menjelaskan arti gambar menara Masjid Tegalsari yang terdapat di dalam logo PKL PC PMII Ponorogo. Hal itu karena Masjid Tegalsari merupakan simbol adanya Pondok Pesantren Gerbang Tinatar yang dulu berada di komplek masjid tersebut.

 

“Dan ini merupakan salah satu cikal bakal pembangunan daerah di Kabupaten Ponorogo,” pungkasnya Aziz.


Matraman Terbaru