• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Matraman

Mengintip Konservasi Penyu di Trenggalek

Mengintip Konservasi Penyu di Trenggalek
Konservasi penyu. (Foto: NOJ/Madchan)
Konservasi penyu. (Foto: NOJ/Madchan)

Trenggalek, NU Online Jatim

Siapa yang tidak mengetahui penyu, hewan mungil dengan tempurung keras menutupi tubuhnya ini terancam punah. Di Kabupaten Trenggalek ada konservasi yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) oleh Gubernur Jawa Timur.

 

Pokmas Pengawas Konservasi Penyu Taman Kili-kili Trenggalek, Eko Margono mengungkapkan di Jawa Timur hanya ada empat KEE salah satunya di Kecamatan Panggul Trenggalek. Lokasi konservasi bisa menjadi Eco Tourism (wisata edukasi) ramah lingkungan. 

 

Konservasi Penyu Taman Kili-kili terletak di Pantai Kili-kili Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul. Pantai ini masih menjunjung fungsi ekologi yang tinggi, sehingga mendatangkan dan menungkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Tidak hanya itu, lokasi tersebut juga untuk wisata berwawasan lingkungan.

 

"Oleh karena itu bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar sebagai penyangga konservasi. Serta menjadi magnet atau mendongkrak ekonomi warga sekitar," ungkap Eko Margono saat dikonfirmasi, Rabu (24/08/2022).

 

Perbedaan Konservasi Penyu Taman Kili-kili dibanding konservasi lain berangkat dari kesadaran masyarakat. Yaitu relawan yang tidak dibayar mendedikasikan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengkonservasi penyu.

 

Eko mengaku, dulu untuk membeli makan penyu operasional sehari-hari warga menggunakan uang pribadi. Tapi lambat laun karena diampu oleh pemerintah desa, akhirnya dari Dinas Perikanan ikut membantu.

 

"Termasuk dari akademisi, Universitas Brawijaya, Trunojoyo, UNS yang berkolaborasi dengan kili-Kili untuk membantu dengan baik," ungkapnya.

 

Pria yang juga Pembina Program Kampung Iklim Trenggalek ini berharap konservasi penyu Kili-kili ke depan bisa memberikan memanfaatkan. Baik untuk dunia pendidikan dan perekonomian masyarakat sebagai destinasi wisata.

 

Ia mengaku, pengunjung tidak sebanyak wisata pantai yang lain. Karena objek penyu bukan tempat wisata yang menyenangkan bagi pengunjung kecuali untuk bahan edukasi.

 

"Setahun rata-rata sekitar 900 sampai 1000  pengunjung. Sekarang banyak yang belajar disana ada yang magang dan KKN sebanyak 50 mahasiswa belajar disana," pungkasnya.


Matraman Terbaru