• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Matraman

Ngaji Ramadhan, Nahdliyin Pacitan Diingatkan Macam-macam Sabar

Ngaji Ramadhan, Nahdliyin Pacitan Diingatkan Macam-macam Sabar
Ikhsan Nasrudin, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Fattah Pacitan. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)
Ikhsan Nasrudin, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Fattah Pacitan. (Foto: NOJ/ Anwar Sanusi)

Pacitan, NU Online Jatim
Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fattah (STAIFA) Kikil, Arjosari, Pacitan, Ikhsan Nasrudin menjelaskan, bahwa sifat sabar memiliki banyak macam sebagaimana yang terdapat dalam riwayat Nabi Muhammad SAW.


Penegasan tersebut disampaikan dalam acara Program Kajian Ramadhan yang mengusung tema ‘Ikhlas dan Sabar’. Kajian tersebut ditayangkan di kanal youtube ashabussinema pada Selasa (12/04/2022).


Disebutkan, bahwa sabar ada empat macam. Pertama, yaitu sabar atas hal-hal yang fardhu atau wajib. Terkait hal ini, umat Islam dituntut agar muhasabah diri terkait golongan-golongan kewajiban tersebut.


“Di bulan suci Ramadhan ini, alangkah baiknya kita gunakan untuk memaksimalkan keseharian kita dengan shalat fardhu berjamaah secara istiqamah dan komitmen,” kata pengurus Pondok Pesantren Al Fattah Kikil itu.


Kedua, adalah sabar atas musibah. Seseorang yang sabar atas musibah yang menderanya kelak akan diberikan ganjaran pahala oleh Allah SWT. Menurutnya, roda kehidupan antar makhluk itu belum tentu sama. Terkadang ia mendapat ujian yang teramat berat, dan di lain waktu mendapat keberkahan.


“Dalam kehidupan orang Jawa menyatakan bahwa hidup dipenuhi banyak kerikil atau ujian hidup untuk menguji kesabaran kita. Dan ujian tersebut pasti disesuaikan dengan tingkat kesabaran orang tersebut,” imbuhnya.


Ketiga, yakni sabar menyakiti manusia. Seyogyanya, manusia harus serius dalam merawat hubungan sosial dan silaturahmi dengan sesama. Hendaknya tidak sedikit pun melakukan hal-hal yang dapat menyakiti sesame.


“Jangan sampai diri kita menyakiti sesama. Itu harus dijaga. Kita juga harus bersyukur karena selalu dalam keluarga yang harmonis serta diridhai oleh Allah SWT,” ungkapnya.


Keempat adalah sabar atas kefakiran. Dijelaskan, bahwa orang yang hidupnya sederhana dan selalu bersyukur kepada Allah, maka secara kaca mata syariat Islam adalah orang yang sabar. Karena ia adalah orang yang selalu bersyukur dalam kesederhanaannya.


“Kita harus mampu melakukan itu dan ikhlas dalam menjalankan perintah Allah serta menahan semua yang dilarang olehnya,” pungkasnya.


Matraman Terbaru