• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 2 Desember 2022

Matraman

Gus Amak Pacitan Jelaskan Mahallul Qiyam ala Mbah Hasyim 

Gus Amak Pacitan Jelaskan Mahallul Qiyam ala Mbah Hasyim 
Ada panduan dari Mbah Hasyim saat mahallul qiyam. (Foto: NOJ/Kelvin N)
Ada panduan dari Mbah Hasyim saat mahallul qiyam. (Foto: NOJ/Kelvin N)

Pacitan, NU Online Jatim
Ternyata Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari atau Mbah Hasyim memiliki panduan saat melakukan mahallul qiyam pada acara diba dan pembacaan barzanji. Penjelasan tersebut disampaikan mubaligh, KH Hammad Al Alim Harist Dimyathi atau yang biasa dipanggil Gus Amak, Selasa (29/03/22).


Pada pengajian yang juga disiarkan langsung melalui kanal Youtube Padang Rembulan TV tersebut dijelaskan bahwa tidak sedikit orang yang menyatakan sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Juga merasa mencintai ulama maupun Nahdlatul Ulama (NU).


“Banyak orang yang mengaku sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW, kemudian mengaku cinta kepada Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari, mengaku mencintai NU. Namun pengakuan-pengakuan tersebut benar-benar pengakuan lahir batin atau hanya sebuah legitimasi agar Nabi cinta kepada kita?” katanya dengan nada bertanya.


Pada kesempatan tersebut dirinya juga menuturkan bahwa tata cara mahallul qiyam sesuai dengan Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari bukan berdoa. Karena ada tempatnya sendiri. 


"Mahallul qiyam yang baik versinya Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari yaitu kepala menunduk kemudian posisi kedua tangan kita berada di bawah pusar. Dan di tengah-tengah mahalul qiyam di dalam hati masing-masing memohon kepada Allah SWT," jelas Pengurus Pondok Pesantren Tremas, Pacitan tersebut. 


Pengajian diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kebonagung, Pacitan sekaligus dirangkai megengan. Kegiatan dipusatkan di halaman Masjid Darul Muttaqin Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung.


Lebih lanjut, Gus Amak mengemukakan bahwa manusia merupakan sosok yang senantiasa mengharapkan kenikmatan dan meminta kepada Allah SWT.


“Kita sebagai manusia itu kan hanya bisa berharap. Siapa pun kita, adalah orang yang hanya bisa meminta dan terlebih lagi sebagai manusia adalah orang yang sedang mengaku-ngaku,” katanya.


Di sela-sela menyampaikan ceramahnya yang dipenuhi gelak tawa jamaah, Gus Amak menegaskan akan rasa cinta dan bangganya terhadap Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang senantiasa mengawalnya. Di akhir acara pasukan Banser selalu diperintah untuk menyanyikan mars Syubbanul Wathon dan mars Banser. 


"Nanti para Banser silakan disiapkan pasukannya seperti biasanya," pungkas dia. 


Terpantau hadir pada malam puncak pengajian umum mulai dari Banser, Ansor, Pagar Nusa (PN), Fatayat NU, Muslimat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) serta puluhan jamaah. 


Editor:

Matraman Terbaru