• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Januari 2023

Matraman

RMINU Ponorogo Sambut Baik Program Layanan Psikososial Anak dari KPPPA

RMINU Ponorogo Sambut Baik Program Layanan Psikososial Anak dari KPPPA
Kegiatan sosialisasi layanan dukungan psikososial bagi anak di lingkungan pondok pesantren di Pendopo Pemkab Ponorogo. (Foto: NOJ/ Zen Muhammad)
Kegiatan sosialisasi layanan dukungan psikososial bagi anak di lingkungan pondok pesantren di Pendopo Pemkab Ponorogo. (Foto: NOJ/ Zen Muhammad)

Ponorogo, NU Online Jatim
Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Ponorogo menyambut baik program layanan psikososial bagi anak di lingkungan pesantren dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia. Hal itu dikatakan Muhammad Syahrul Munir selaku Wakil Ketua RMINU Ponorogo usai sosialisasi program yang dipusatkan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jumat (04/11/2022).


Ia menuturkan, program layanan psikososial bagi anak di lingkungan pesantren sangatlah baik. Hal itu, tentu untuk keberlangsungan dalam belajar-mengajar, ketertiban, dan kedisiplinan di lingkungan pesantren itu sendiri. 


"Dan supaya tidak terjadi lagi kekerasan di dalam lingkungan pondok pesantren," kata Gus Munir.


Menurutnya, dengan cara seperti itu bisa memberikan langkah positif bagi pesantren yang tergabung di RMINU, agar lebih berhati-hati dalam mengajarkan sesuatu. Karena anak yang diajarkan pasti meniru hal yang dilakukan orang yang diajarkan.


"Mungkin setelah ini ada tindak lanjut seperti bimtek atau sosialisasi. Itu akan lebih berkesan, karena bisa langsung tepat sasaran," ujarnya.


Sementara Menteri PPPA, Bintang Puspayoga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang sudah membantu memfasilitasi pihaknya untuk dapat bertemu dengan para pendiri, pengasuh atau pengurus dari 112 pondok pesantren di bumi Reog Ponorogo.


"Kami cukup senang, banyak yang kami dapatkan di sini. Karena sejatinya kalau berbicara masalah pemenuhan hak dan perlindungan anak di Indonesia, ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama," ucapnya.


Ia menambahkan, kegiatan tersebut sangat luar biasa karena 112 pondok pesantren ikut berkomitmen dan berdeklarasi untuk mencegah kekerasan di pesantren. Dirinya berharap, hal itu bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi pondok yang lain.


"Tentunya kegiatan hari ini tidak berakhir di sini. Tadi kita sudah sepakati dengan pemerintah daerah, demikian juga dengan kementerian agama, kita akan tindak lanjuti dengan kerja-kerja nyata, seperti apa yang diharapkan dari para pimpinan pondok pesantren," tandasnya.


Matraman Terbaru