• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Matraman

Rutin Diadakan, Jagongan Budaya Lesbumi NU Ponorogo Gali Potensi Seni

Rutin Diadakan, Jagongan Budaya Lesbumi NU Ponorogo Gali Potensi Seni
Jagongan budaya Lesbumi NU Ponorogo. (Foto: NOJ/Zen)
Jagongan budaya Lesbumi NU Ponorogo. (Foto: NOJ/Zen)

Ponorogo, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Ponorogo adakan Jagongan Budaya bersama Sugiri Sancoko, bupati setempat. Kegiatan tersebut bertempat di Pendopo Agung, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Jagongan Budaya ini melibatkan seluruh budayawan dan seniman yang ada di Ponorogo untuk terus melestarikan budaya.

 

Ketua Lesbumi NU Ponorogo, Ahmad Sauji mengatakan kegiatan jagongan budaya, merupakan salah satu agenda rutin yang diadakan Lesbumi NU Ponorogo. Namun selama pandemi berlangsung baru diadakan pada hari ini.

 

"Sahabat-sahabat seniman dan budayawan sangat merindukan ini," kata Mbah Jenggo sapaannya.

 

Mbah Jenggo mengungkapkan dengan adanya jagongan budaya dapat menggali potensi budaya dan terus dapat melestarikan budaya.

 

"Khususnya andalan kita, yaitu Reyog Ponorogo. Kita coba bangun Reyog Santri," ungkapnya.

 

Mbah Jenggo, juga tak lupa mengucapkan selamat Hari Wayang Nasional. Wayang menurutnya juga budaya yang Adiluhung peninggalan nenek Moyang. 

 

"Bahkan, Kanjeng Sunan Kalijaga menyebarkan Islam juga gunakan wayang," ucapnya.

 

Senada dengan Mbah Jenggo, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan dalam membangun Ponorogo tidak boleh tercabut dari akar budaya. Sehingga memulai membangun harus menoleh kebelakang seperti apa nenek moyang Ponorogo terdahulu.

 

"Kemudian yang ingin kita jual, arah pembangunannya seperti apa," ujarnya.

 

Kang Giri sapaannya melanjutkan, pada sajian Jagongan Budaya tidak ada kesimpulan juga tidak jadi masalah.

 

"Kami hanya ingin, kemudian semua potensi kesenian dan budaya terbongkar satu persatu. Ke depan biar kami gali pelan-pelan, sehingga pembangunan ke depan tidak tercerabut dari akar budaya," terangnya.

 

Sebagai informasi, pada pelaksanaan jagongan budaya, direncanakan akan terus dilaksanakan selama satu bulan sekali. Untuk itu, Kiai Abdul Muis Pembina PC Lesbumi NU menegaskan kepada para peserta untuk terus menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

 

"Kita sadar situasi seperti ini, masih ada virus yang berbahaya. Maka semua harus patuh protokol kesehatan," pungkasnya.

 


Matraman Terbaru