• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Matraman

Tumbuhkan Semangat, Pelajar NU Nganjuk Adakan Ziarah ke Muassis

Tumbuhkan Semangat, Pelajar NU Nganjuk Adakan Ziarah ke Muassis
IPNU-IPPNU Rejoso berziarah ke makam muassis dengan khdimat. (Foto: NOJ/Dina Tia Fatikasari)
IPNU-IPPNU Rejoso berziarah ke makam muassis dengan khdimat. (Foto: NOJ/Dina Tia Fatikasari)

Nganjuk, NU Online Jatim
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Rejoso, Kabupaten Nganjuk mengadakan ziarah ke makam pendiri IPNU KH Tolchah Mansoer dan pendiri IPPNU Nyai Hj Umroh Mahfudzoh. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (13/07/2022).

 

“Kegiatan ziarah dimaksudkan agar anggota bisa mengenal lebih dekat tokoh pendiri IPNU-IPPNU serta sebagai upaya kami untuk meneladani sosok yang sangat berjasa besar terhadap lahirnya IPNU-IPPNU tersebut,” ungkap Ketua IPNU Rejoso Abdul Malik Nur Mukhlis kepada NU Online Jatim.

 

Dijelaskan Malik, selain untuk mendoakan dan mengingat jasa-jasa keduanya, tujuan ziarah juga untuk mengingat hari akhir kehidupan manusia. Sebab semua manusia pada dasarnya akan kembali ke Sang Khalik.

 

"Kita sebagai kader NU harus punya prinsip bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Jadi gunakanlah waktu yang ada di dunia ini dengan sebaik-baiknya, misalnya dengan mengikuti acara tahlil yasin yang diadakan oleh IPNU-IPPNU atau acara keagamaan lainnya yang memberikan manfaat,” sambungnya.

 

Sementara itu, Ketua PAC IPPNU Rejoso Rahmawati menuturkan, ziarah ke makam para ulama menjadi sebuah keharusan bagi pelajar NU. Hal ini sebagai upaya melestarikan ajaran ahlussunah waljamaah annadhliyah, menguatkan rasa memiliki organisasi serta mengingat perjuangan para pendiri.

 

“Kita sebagai pelajar NU Rejoso harus melestarikan dan menjaga ajaran Aswaja Annahdliyah, salah satunya adalah ziarah. Selain itu kita juga perlu mengamalkan ajaran-ajaran NU yang lain seperti mengaji, rutinan, hingga shalawatan,” ucapnya.

 

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini para kader bisa semakin semangat untuk belajar.

 

"Ziarah adalah tradisi NU yang harus kita kembangkan, semoga melalui ziarah ini bisa menambah rasa cinta kita untuk belajar, berjuang dan bertaqwa," pungkasnya.

 

Agenda ziarah ditutup dengan rekreasi ke beberapa tempat wisata yang ada di Yogyakarta, sebagai salah satu cara untuk menyehatkan pikiran ketika sedang masa libur sekolah.


Matraman Terbaru