• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 22 Mei 2022

Matraman

Tumpeng Bermakna Perbaiki Hubungan dengan Allah dan Alam Sekitar

Tumpeng Bermakna Perbaiki Hubungan dengan Allah dan Alam Sekitar
Tumpeng bukan semata makanan, juga memberi makna demikian luhur. (Foto: NOJ/Arisel)
Tumpeng bukan semata makanan, juga memberi makna demikian luhur. (Foto: NOJ/Arisel)

Ponorogo, NU Online Jatim
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Jetis, Ponorogo menggelar maulid al-Barzanji serta pemotongan tumpeng. Kegiatan merupakan rangkaian peringatan hari lahir ke-96, Kamis (27/01/2022).

 

Ustadz Suryanto selaku Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jetis menjelaskan kepada hadirin apa makna dari tumpeng yang kerap digunakan saat acara resmi. Menurutnya, ada makna yang hendaknya dipahami, terutama oleh generasi muda. 
 

"Dengan pemotongan tumpeng yang mengerucut ke atas, bermakna segala hal yang kita lakukan itu tujuannya hanya satu yaitu, mencari keridhaan Allah,” katanya. 
 

Lebih lanjut dikemukakan bahwa bentuk melebar ke samping pada tumpeng bermakna hablumminas, yakni berhubungan baik pada sesama manusia. Tidak semata sampaiu di situ, juga dengan makhluk lainnya. Baik tanaman, hewan dan ciptaan Allah SWT lainnya 
 

Dalam pandangannya, hal yang harus juga menjadi pertimbangan adalah keberadaan petunjuk dalam perjalanan hidup. Medianya dapat diambil dari sumber hukum yang telah diyakini.
 

“Orang dahulu itu menggunakan istilah kitab garing dan kitab teles. Kitab garing berarti Al-Qur’an, hadits dan sumber hukum Islam lainnya. Sedangkan, kitab teles itu berarti doa," tegasnya.
 

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga sangat bersyukur lantaran kegiatan bersama dapat diselenggarakan. Apalagi sudah lama, acara yang mendatangkan jamaah sudah lama vakum lantgaran memang dilarang.
 

"Peringatan harlah tahun ini dirasa spesial karena terlaksana setelah pandemi,” kata Ketua Panitia Harlah, Nita Windy Astuti. 
 

Disampaikan bahwa peringatan ini juga sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat baru dalam mengoptimalkan pelaksana amaliah NU. 
 

“Tumpeng ini menjadi wujud syukur masih bisa berkumpul bersama teman-teman untuk merayakan hari lahir NU," ungkapnya.
 

Peringatan harlah dipusatkan di Masjid Al-Karim Desa Tegalsari Kecamatan Jetis. Dan turut bergabung, Khoirul Huda selaku Kepala Desa Tegalsari yang tentu saja memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.
 

"Saya memberikan apresiasi pada PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jetis, yang telah menyelenggarakan acara yang penuh berkah ini di Ranting Tegalsari. Semoga bisa mengajak para kader muda untuk mencari berkahnya hadratussyeikh Hasyim Asy'ari dengan bergabung di IPNU dan IPPNU," harapnya.

 

Penulis: Arisel


Matraman Terbaru