• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Metropolis

Jelang Harlah ke-70, Pergunu Gelar Ngaji Hikam dan Aswaja

Jelang Harlah ke-70, Pergunu Gelar Ngaji Hikam dan Aswaja
Ketua Umum PP Pergunu, KH Asep Saifuddin Chalim. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Ketua Umum PP Pergunu, KH Asep Saifuddin Chalim. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) menggelar Lailatul Ijtima ke-2. Kegiatan yang diisi dengan Ngaji Hikam dan Aswaja ini dipusatkan di Institut Pesantren KH Abdul Chalim (Ikhac) Pacet, Mojokerto, Kamis (17/03/2022) malam.


Acara yang dilaksanakan guna menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-70 Pergunu pada 31 Maret 2022 mendatang ini digelar secara hybrid, yakni gabungan antara kegiatan online dan offline.


Ketua Umum PP Pergunu, KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan, bahwa dirinya berharap agar pengurus Pergunu di seluruh daerah untuk selalu mengikuti kegiatan yang diinisiasi PP Pergunu secara virtual, termasuk seperti yang dilakukan saat ini karena termasuk ciri khas NU.


“Pengajian kitab Al-Hikam semacam ini adalah ciri khas NU. Apalagi diawali dengan istighotsah dan tahlil,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Pacet, Mojokerto dan Surabaya itu.


Putra KH Abdul Chalim itu berharap, dengan mengaji kitab karya Ibnu Atha’illah As-Sakandari tersebut diharap dapat membawa Nahdliyin menjadi seorang Muslim yang santun, bijaksana, dan mawas diri.


Disebutkan, PP Pergunu setiap tahun telah memberikan 500 beasiswa kepada kader NU, khususnya guru-guru NU yang tersebut di 34 provinsi di tanah air. Beasiswa tersebut meliputi jenjang sarjana, magister dan doktoral.


“Dengan beasiswa ini kami berharap seluruh daerah Indonesia akan tumbuh guru-guru NU dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdedikasi tinggi,” ungkapnya.


Sementara itu, KH Abdusshomad Bukhori selaku Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Pertemuan seperti ini saya kira sangat bagus dan perlu dipertahankan,” katanya.


Kiai Bukhari mengatakan, budaya literasi di kalangan NU hendaknya terus dipertahankan, di tengah kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi rendah. Menurutnya, budaya literasi atau pun membca selayaknya tidak mengenal usia, tua atau pun muda.


“Jadi, harus terus membaca meski sudah usia tua. Karena literasi di Indonesia harus terus dibangun agar tidak dalam posisi rendah,” sebutnya.


Ia menambahkan, dengan budaya literasi yang diupayakan untuk tetap dipertahankan, maka percaturan ilmu pengetahuan dunia akan dimiliki. Hal ini, menurutnya sangat penting dilakukan kader NU. Bahkan, guna mendukung hal itu, ia menawarkan sejumlah dokumen penting kepada Kiai Asep.


“Saya tawarkan sejumlah dokumen-dokumen penting yang saya miliki, khususnya tentang syi’ah, Ahmadiyah, Gafatar, Nabi Palsu dan lain sebagainya. Dokumen ini saya kumpulkan saat menjadi Ketua Umum MUI Jatim,” terangnya.
 


Diketahui, hadir pula dalam kegiatan ini sebagai narasumber Budi Abdul Hamid secara virtual. Tak lupa juga hadir secara virtual Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pergunu Jatim H Sururi, serta ratusan guru NU dari berbagai wilayah di Indonesia.


Metropolis Terbaru