• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Metropolis

Kiai Marzuki: Kemaslahatan Manusia adalah yang Utama

Kiai Marzuki: Kemaslahatan Manusia adalah yang Utama
Kiai Marzuki, Ketua PWNU Jatim, dalam acara Bedah Buku dan Halaqah Fikih Kebencanaan. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Kiai Marzuki, Ketua PWNU Jatim, dalam acara Bedah Buku dan Halaqah Fikih Kebencanaan. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

KH Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, menegaskan bahwa dalam hal kebencanaan, kemaslahatan manusia adalah yang utama. Karena itu, keputusan hukum yang diambil dalam forum bahtsul masail harus menyandarkan pada terciptanya kemaslahatan umat.


Hal itu disampaikan Kiai Marzuki saat berbicara dalam acara Bedah Buku dan Halaqah Fikih Kebencanaan di Aula KH Bisri Syansuri Gedung PWNU Jatim di Surabaya, Selasa (14/03/2022). “Jangan sampai ada keputusan hukum apa pun dari bahtsul masail, meskipun kelihatannya selaras dengan nash, tetapi mencelakakan manusia itu sendiri,” katanya.


Begitu juga di lingkungan pemerintah. Menurut Kiai Marzuki peraturan yang menyulitkan gerak kepala daerah dan instansi terkait pada penanganan bencana perlu ditinjau kembali dan direvisi. Sebab, peraturan tersebut bisa memperlambat penanganan yang bisa menimbulkan makin banyak korban.


“Jangan sampai keputusan bupati atau gubenur karena takut KPK malah menimbulkan keterlambatan penaganan bencana, sehingga menambah korban yang seharusnya dapat diminimalisir. Itu menurut kami perlu ditinjau kembali. karenakan sebuah negara dibangun yang paling utama adalah untuk kemaslahatan manusia,” ungkap Kiai Marzuki.


Dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut menuturkan, ketika dalam konsidi bencana di mana petugas telah kewalahan, maka ada banyak rukhsah atau keringanan yang dapat diambil. Hal itu karena mempertimbangkan kemaslahatan yang lebih besar.


Untuk diketahui, buku Fikih Kebencanaan yang dibedah adalah karya tim Lembaga Bahsul Masail (LBM) PWNU Jatim yang merupakan buku pertama dan terlengkap di Indonesia yang membahas secara detail tentang kebencanaan dalam perspektif Al-Qur'an, hadits dan penjelasan para ulama.


Selain Kiai Marzuki, hadir pada kesempatan ini dari jajaran PWNU Jatim, yaitu KH Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Sholeh Hayat, dan KH Ahmad Asyhar Sofwan selaku Ketua LBM NU Jatim. Sementara narasumber pada acara ini adalah KH MB Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun, Hikmah Bafaqih dari Komisi E DPRD Jatim, dan HM Alwi selaku Kadinsos Provinsi Jatim.


Metropolis Terbaru