• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Metropolis

PCNU Sidoarjo Siap Dukung dan Jadi Titik Pertama Pelaksanaan Kaderisasi Baru NU

PCNU Sidoarjo Siap Dukung dan Jadi Titik Pertama Pelaksanaan Kaderisasi Baru NU
Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin. (Foto: NOJ)
Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin. (Foto: NOJ)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) yang akan dilaksanakan di Hotel Yuan Garden Jakarta Pusat, pada Jumat-Sabtu (20-21/5/2022) mendatang akan membahas dan memutuskan peraturan perkumpulan tentang sistem kaderisasi. Menanggapi hal itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo siap mendukung kebijakan tersebut.


Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin menegaskan siap mendukung sistem kaderisasi baru Nahdlatul Ulama. Bahkan, pihaknya mengaku siap untuk dijadikan tempat pertama pelaksanaan tiga jenjang kaderisasi baru tersebut.


“PCNU Sidoarjo siap melaksanakan semua jenjang kaderisasi yang perdana, khususnya kaderisasi AKN-NU atau Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama,” ungkapnya saat dihubungi NU Online Jatim, Rabu (18/05/2022).


Kiai Zainal menyebutkan, di Sidoarjo semua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) sudah melaksanakan kaderisasi, khususnya Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU). Sedangkan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) baru melaksanakan satu kali.


“Beberapa kader NU Sidoarjo juga sudah mengikuti MKNU yang dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim maupun oleh Badan Otonom (Banom) NU yang ada di PWNU Jatim, seperti Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) atau lainnya,” terangnya.


Dirinya berharap, dalam Konbes ini akan menghasilkan keputusan-keputusan yang akan memberikan kebaikan untuk kebesaran NU. Selain itu, juga menghasilkan rekomendasi bagi internal dan eksternal NU untuk kemaslahatan umat.


“Hal tersebut dalam rangka optimalisasi khidmah dalam naungan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.


Ia menambahkan, sebagai bagian dari keluarga besar NU di tingkat kabupaten, dirinya juga berharap sinergi gerakan dalam mewujudkan implementasi dari mempertahankan, mengembangkan dan memajukan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dalam banyak sektor.


“Baik di sektor budaya, sosial, kemasyarakatan maupun politik,” pungkas kiai asal Buduran Sidoarjo itu.


Diketahui, Konbes NU ini telah diatur dalam Pasal 75 Bab XX Anggaran Rumah Tangga (ART) NU. Disebutkan, bahwa Konbes merupakan forum permusyawaratan tertinggi setelah Muktamar yang dipimpin dan diselenggarakan oleh PBNU. Konbes membicarakan pelaksanaan keputusan-keputusan Muktamar, mengkaji perkembangan, dan memutuskan peraturan perkumpulan.


Konbes sendiri dihadiri oleh anggota pleno yang meliputi PBNU dan PWNU. Konbes tidak dapat mengubah AD/ART, keputusan Muktamar, dan tidak memilih pengurus baru. Pelaksanaan Konbes dianggap sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah PWNU. Konbes tersebut diadakan sekurang-kurangnya dua kali dalam masa jabatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.


Metropolis Terbaru