• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 23 Mei 2022

Metropolis

Staf Ahli Menag Ingatkan Pentingnya Peran Widyaiswara

Staf Ahli Menag Ingatkan Pentingnya Peran Widyaiswara
Plt Kaban Litbang dan Diklat Kemenag RI, Prof Abu Rokhmad saat memberikan sambutan dalam Pembukaan ICB di Hotel Claro Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan, Selasa (18/01/2022).(Foto: Istimewa)
Plt Kaban Litbang dan Diklat Kemenag RI, Prof Abu Rokhmad saat memberikan sambutan dalam Pembukaan ICB di Hotel Claro Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan, Selasa (18/01/2022).(Foto: Istimewa)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Tiga Balai Diklat Keagamaan (BDK), yakni BDK Makassar, BDK Manado, dan BDK Surabaya mengadakan Internal Capacity Building (ICB). Acara pembukaan dilangsungkan di Hall Claro Hotel Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan, Selasa (18/01/2022).

 

Kegiatan ICB ini dibuka oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI (Republik Indonesia) Abu Rokhmad. Tampak hadir pula Sekretaris Badan Litbang, Kepala BDK Surabaya, Kepala BDK Makassar, Kepala BDK Manado, dan tim OASE. Kegiatan ini diikuti oleh 195 orang peserta yang terdiri dari para widyaiswara, tenaga  pelaksana pelatihan, dan seluruh pegawai non PNS, termasuk security.

 

Abu Rokhmad mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kedepan kegiatan ini bisa diperluas dan diikuti balai diklat yang lainnya. Dirinya juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kapasitas bagi widyaiswara.

 

"Saya ingin ada semacam konferensi antar widyaiswara, beradu inovasi dan kreasi. Widyaiswara harus lebih tahu duluan dari mereka yang akan datang dilatih. Maka, widyaiswara harus terus mengupdate informasi agar tidak tertinggal dari mereka,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, staf ahli Menteri Agama tersebut menekankan pentingnya peran widyaiswara. Ditegaskannya, gurunya guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini harus lebih tampil ke publik. Popularitas widyaiswara harus sejajar dengan guru dan dosen, bahkan lebih.

 

"Tidak ada guru di atas widyaiswara, kalau guru ada dosen. Dan Dosen ada guru besar, kalau Widyaiswara ya widyaiswara utama,” tegasnya.

 

Sementara, Kepala BDK Surabaya H Japar mengatakan, kegiatan ini dirancang sejak tahun 2021. Dalam rangka membangun kerja sama, kekompakan, kolaborasi, dan kerja tim untuk mengawali kegiatan di tahun 2022. Sesuai dengan tema yang diusung, "Kolaborasi Peningkatan Kualitas dan Integritas Tenaga Pelatihan".

 

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan sikap kerja sama dan kolaboratif dalam tugas dan menciptakan budaya kerja yang harmonis, adaptif, dan inovatif. Berlangsung selama empat hari yaitu tanggal 18-21 Januari 2022. Adapun narasumber kegiatan adalah Plt Kaban Litbang dan Diklat Kemenag, Sekretaris Badan, Kepala BDK Surabaya, Kepala BDK Makassar, Kepala BDK Manado, dan tim OASE,” katanya.

 

H Sholehuddin, salah satu widyaiswara peserta ICB asal Surabaya berharap agar pelaksanaan ICB berjalan lancar dan menghasilkan tenaga pelatihan yang berkualitas serta berintegritas.

 

“Acara ini merupakan acara tahunan dalam rangka menumbuh kembangkan sikap semangat dan kerjasama tim dalam melaksanakan tugas-tugas pelatihan. Selain itu, dengan kolaborasi tiga balai, kita bisa lebih saling mengenal kultur masing-masing. Mereka juga berasal dari ragam suku, agama, dan ras. Apa lagi tahun ini tahun toleransi, menurut saya, ini tepat dilaksanakan secara kolaboratif,” ujar Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Sidoarjo tersebut kepada NU Online Jatim melalui perpesanan WhatsApp, Rabu (19/01/2022).

  

Sebagaimana diketahui, widyaiswara adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk mendidik, mengajar atau melatih pegawai negeri sipil pada lembaga diklat pemerintah.


Editor:

Metropolis Terbaru