Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Datang Bersatu dan dengan Sendirinya 

Datang Bersatu dan dengan Sendirinya 
Samaji, Rais PW Ikatan Sopir NU Jatim. (Foto: NOJ/Syaifullah)
Samaji, Rais PW Ikatan Sopir NU Jatim. (Foto: NOJ/Syaifullah)

Untuk keperluan yang sangat penting, para pengurus NU di daerah harus datang langsung ke kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

 

Kala itu kantor berada di Raya Darmo 96 Kota Surabaya yang merupakan jantung Kota Pahlawan.

 

Dan saat Ketua PWNU Jatim adalah allahumma yarham KH A Hasyim Muzadi, banyak cerita yang masih layak diunggah saat ini. Disamping untuk keperluan mengingat masa lalu, juga merefresh otak agar tidak mudah stres.

 

Suatu ketika ada tamu dari Sampang, Madura.

 

Tamu: Assalamualaikum, kiai.

 

Kiai Hasyim: Waalaikum salam.

 

Tamu: Saya dari PCNU Sampang, kiai. Ada yang ingin dikonsultasikan.

 

Kiai Hasyim: Sampean ke sini dengan siapa?

 

Tamu: Dengan sendirinya, kiai. (Maksudnya datang sendiri, yang kalau dalam dialog Madura mengatakan dateng kadhibi’ atau datang sendirian)

 

Kiai Hasyim agak heran, namun akhirnya bisa memahami.

 

Sejurus kemudian bertanya kembali kepada tamu yang duduk di depan mejanya.
Kiai Hasyim sedikit kurang percaya kalau sang tamu datang sendirian. Dirinya ingin memastikan sang tamu datang bersama siapa.

 

Kiai Hasyim: Oh ya, sampean tadi datang bersama siapa?

 

Tamu: Bersatu, kiai.

 

Itu pun dibuktikan dengan mengacungkan jari telunjuknya bahwa sang tamu memang benar-benar datang ber’satu’.  

 

Sampai di sini Kiai Hasyim tidak dapat menahan tawa. Kemudian meminta kepada Rais ISNU, Ikatan Sopir Nahdlatul Ulama, Samaji untuk membawa sang tamu ke kantin.

 

Kiai Hasyim: Tamu iku urusen Ji….

 

Samaji: Inggih, siap Abah Hasyim….
 

Terkait

Nusiana Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini