• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Mei 2022

Nusiana

Upaya Penjual Kambing ‘Kalahkan’ Dokter Gigi

Upaya Penjual Kambing ‘Kalahkan’ Dokter Gigi
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Pak Bagio merupakan dokter gigi kenamaan asal Nganjuk. Semua orang tahu jika dia adalah dokter gigi yang hebat. Sakit gigi apapun pasti bisa ditangani. Mulai dari gigi berlubang, gigi rapuh, gigi pecah, dan lainnya.
 

Pada suatu hari Pak Bagio kedatangan tamu Pak Kuncung. Ia seorang penjual kambing yang rambutnya seperti Ronaldo pemain bola asal Brazil.
 

"Kulo nuwun pak dokter untu..... eeehh dokter gigi," ucap Pak Kuncung.
 

"Silahkan Pak Kuncung ...monggo duduk dulu sebentar,” jawab Pak Bagio seraya masuk ke dalam rumah mengambil suguhan untuk tamunya.
 

Setelah Pak Bagio keluar dari dalam rumah, ia bertanya:
 

"Sakit apa pak?"
 

“Ini lho pak dokter, gigi saya sakit cenut-cenut, coba sampeyan periksa,” ujar Pak Kuncung menjelaskan.
 

Usai Pak Bagio memeriksa:
 

“La ini harus dicabut pak,” katanya.
 

"Berapa pak biayanya?," tanya Pak Kuncung penasaran.
 

"Anu pak ... ini biayanya goban," terang Pak Bagio.
 

"Goban itu berapa ya pak?," tanya Pak Kuncung kembali.
 

Pak Bagio menjawab. "Goban itu Rp 50 ribu Pak Kuncung," jawabnya.
 

Setelah dijelaskan, Pak Kuncung baru sadar jika uang yang dibawanya tidak cukup.
 

“Begini pak, nuwun sewu… saya punya uang hanya Rp 20 ribu. Sisanya nanti saya berikan kambing yang harganya Rp 500 ribu. Coba Pak Bagio hitung dulu, jadi Pak Bagio punya hutang saya Rp 470 ribu,”  kata Pak Kuncung datar.
 

Lalu Pak Bagio mengatakan. “Begini Pak Kuncung… Jika begitu sebaiknya gigi yang bawah saya cabut lima, dan yang atas saya cabut semua, sisanya saya cabut besuk. Jadi impas. Pak Kuncung tidak hutang kepada saya dan saya tidak memiliki hutang kepada Pak Kuncung,” ungkap Pak Bagio.
 

Sambil marah-marah Pak Kuncung bilang:
 

Lhadalah pak dokter kurang ajar, masak saya ompong. Mendingan saya tidak punya kambing daripada hanya bisa ngemut saja,” tandas Pak Kuncung.


Editor:

Nusiana Terbaru