• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Parlemen

DPRD Jatim Heran Dishub Hanya Fokus Pembangunan Pelabuhan

DPRD Jatim Heran Dishub Hanya Fokus Pembangunan Pelabuhan
Komisi D DPRD Jawa Timur saat hadir di pelabuhan Paciran Lamongan. (Foto: NOJ/A Toriq)
Komisi D DPRD Jawa Timur saat hadir di pelabuhan Paciran Lamongan. (Foto: NOJ/A Toriq)

Lamongan, NU Online Jatim
Komisi D DPRD Jawa Timur akhirnya mendatangi pelabuhan Paciran Lamongan. Kunjungannya ini buntut dari kucuran dana Rp51 miliar untuk pembangunan pelabuhan tersebut. Tidak hanya kucuran dana Rp51 miliar, dalam kunjungannya ini, Pemerintah Provinsi Jatim juga mengucurkan anggaran tambahan Rp120 miliar untuk pembangunan di beberapa pelabuhan di Jatim. 

Adapun rinciannya yakni, pelabuhan Paciran Lamongan Rp51 miliar, pelabuhan Masalembu Sumenep Rp15 miliar, Jangkar Situbondo Rp 15 miliar, Taddan Sampang Rp15 miliar, Probolinggo Rp16 miliar dan Bawean Gresik Rp8 miliar. 


Anggota Komisi D, Makin Abbas mempertanyakan terkait fokus Dinas Perhubungan Jatim yang hanya menganggarkan dana besar pembangunan pelabuhan. 


"Jangan hanya pelabuhan, terminal itu juga tolong dibenahi," tanya Makin kepada Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishub Jatim, Luhur Prihadi Eka, Selasa (24/05/2022). 


Anggota Fraksi PKB ini berharap terminal yang berdekatan dengan pelabuhan Paciran ini tidak lupa untuk dibenahi. Sebab, dengan adanya peningkatan kapal yang bersandar ini tentunya akan ramai. 


Tidak hanya Makin, Anggota Komisi D lainnya, Masduki meminta alasan kenapa Dishub Jatim ini hanya fokus pada pelabuhan. 


"Pak Nyono (Kadishub Jatim, red) ini kan dari Kabid Perhubungan Laut. Mangkanya pembangunan banyak menyentuh laut," katanya. 


Sementara, Ketua Komisi D DPRD Jatim, dr Agung Mulyono mengaku kehadirannya bersama rombongan ingin mengklarifikasi terkait dengan beberapa pertanyaan terkait kenapa anggaran pembangunan Pelabuhan Paciran senilai Rp51 miliar. 


"Memang bahwasanya sudah terencana dan tersampaikan pada paparan 29 november 2021 lalu. Karena sampai hari ini masih proses lelang dan belum ada pemenangnya, jadi masih proses lelang," katanya. 


Kenapa Pelabuhan Paciran dianggarkan sebesar Rp51 miliar dan Masalembu Sumenep hanya Rp15 miliar, dr Agung menegaskan Pelabuhan Paciran merupakan pelabuhan utama antar pulau, baik untuk barang maupun penumpang. 


"Kita ingin pelabuhan itu ada progres dan perbaikan. Intinya selalu minta progesnya bagaimana, solusinya apa," terangnya. 


Pada kesempatan sama, Kepala Bidang Pehubungan Laut Dishub Jatim, Luhur Prihadi Eka menjelaskan masterplan Pelabuhan Paciran. Menurutnya, ini adalah pelabuhan multipurpose yang melayani angkutan penyeberangan dan angkutan laut (cargo). 


"Pekerjaan tahun 2022 merupakan pembangunan berkelanjutan dari pekerjaan tahun 2021 dan tahun anggaran sebelumnya, sesuai dengan studi rencana induk pelabuhan," katanya. 


Luhur menyampaikan bahwasanya proses ini sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Pada 29 November 2021 juga sudah rapat dengan Komisi D. 


Diungkapkan Luhur, Pelabuhan Paciran pada waktu itu diusulkan sebesar Rp56 miliar. Tapi, kata dia, setelah melihat urgensinya ternyata hanya butuh Rp51 miliar. 


"Sehingga Rp51 miliar ini yang kita lelangkan kemarin," jelasnya. 


Luhur pun meminta kepada semua pihak untuk mengawal bersama proses lelang sampai pada tahap pembangunannya nanti. 


"Setelah lelang selesai dan penunjukan pemenang baru proses di lapangan. Nah, dalam pelaksanaan nanti kita kawal bareng-bareng," ajaknya. 


Editor:

Parlemen Terbaru