• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Parlemen

DPRD Jatim Pantau Aset Rumah Rehabilitasi di Pasuruan

DPRD Jatim Pantau Aset Rumah Rehabilitasi di Pasuruan
Pengecekan suasana di rumah rehabilitasi di Pasuruan. (Foto: NOJ/A Toriq)
Pengecekan suasana di rumah rehabilitasi di Pasuruan. (Foto: NOJ/A Toriq)

Pasuruan, NU Online Jatim
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur terus memberikan atensinya terhadap inventarisasi maupun sertifikasi seluruh aset yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jatim. Hal tersebut dilakukan mengingat banyaknya aset yang dimiliki Pemprov Jatim, namun tidak pakem secara administrisi. Sehingga cenderung hilang dan dipindah tangankan. 


Atas hal itulah, Komisi C terus menyisir aset yang dimiliki Pemprov Jatim. Salah satunya dengan mendatangi langsung asrama Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Unit Layanan Terpadu Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan. 


"Catatan itu aset selalu hilang. Ini yang masih belum banyak tersertifikasi dan terverifikasi dengan baik. Maka, tugas kami mengamankan aset kita betul-betul aman, betul-betul clean and clear," kata Ketua Komisi C, Abdul Halim, Selasa (08/03/2022). 


Dalam kunjungan, politisi asal Madura ini mengaku mendengar langsung dari kepala UPT bahwasanya, lahan seluas 5,2 hektare yang dimiliki UPT RSBL Pasuruan dalam kondisi aman. 


"Kunjungan kami di RSBL Pasuruan Kecamatan Grati ini, alhamdulillah kita mendengar langsung lahan seluas 5,2 hektare ini sudah tersertifikat sehingga dalam posisi aman," ujarnya. 


Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut lanjutnya, pihaknya juga ingin memastikan bagaimana serapan alokasi anggaran berjalan secara optimal di UPT RSBL Pasuruan. Sehingga nantinya dapat dilakukan evaluasi penambahan anggaran agar UPT tersebut dapat dilakukan pembangunan perluasan. Apalagi UPT RSBL Pasuruan direncanakan akan diremajakan dan pembangunan pada lahan yang tersisa, yang mencapai 2,5 hektare ini. 


"Kami tentu memiliki tanggung jawab datang langsung melihat, menyaksikan, mendengar dan mengetahui secara keseluruhan bagaimana serapan anggaran itu betul-betul berjalan optimal di masing-masing OPD," katanya. 


Sementara, Kepala UPT RSBL Pasuruan, Sukardi menjelaskan, bangunan tersebut dibangun pada tahun 1992 sehingga butuh peremajaan. Ditambah lagi, selama musim penghujan komplek ini terendam banjir setinggi mencapai satu meter. Sebanyak 200 warga binaan ini pun harus bersahabat dengan banjir selama beberapa hari. 


"Dan yang sangat memprihatinkan itu membahayakan keselamatan karena plafon plafon nya sudah pada Rapuh," ungkapnya. 


Perlu diketahui, jumlah penghuni RSBL Pasuruan sebanyak 200 orang yang terdiri dari 68 perempuan dan 132 laki-laki.
 


Editor:

Parlemen Terbaru