• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Parlemen

Sunat Door to Door, Cara Unik Anggota DPRD Jatim Bantu Warga

Sunat Door to Door, Cara Unik Anggota DPRD Jatim Bantu Warga
warga Kota Surabaya merasakan manfaat program Sunat door to door yang digagas Samsul Arifin. (Foto: NOJ/ISt)
warga Kota Surabaya merasakan manfaat program Sunat door to door yang digagas Samsul Arifin. (Foto: NOJ/ISt)

Surabaya, NU Online Jatim
Pandemi tidak menyurutkan semangat anggota DPRD Jawa Timur, Samsul Arifin dalam membantu warga. Yang dilakukan antara lain dengan menggelar program sunat door to door atau sunat dari pintu ke pintu.


Samsul mengungkapkan, ide sunat door to door ini berlatar belakang empati dirinya pada warga Surabaya yang ingin mengkhitan anaknya tapi kondisi ekonomi sedang sulit karena pandemi. Ia pun berinisiatif memberi layanan tersebut.


"Layanan sunat door to door ini untuk meringankan warga. Mereka tak perlu datang ke klinik, kita yang jemput bola datang ke rumah. Alhamdulillah, gratis karena biaya dokter saya yang tanggung. Bahkan ada sedikit uang jajan dan bingkisan untuk anak yang disunat," katanya, Ahad (06/03/2022).


Alumnus Universitas Islam negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu menuturkan bahwa program ini tepat dilaksanakan di masa pandemi. Sebab, tidak menimbulkan kerumunan, sebagaimana sunat massal.


Politikus PKB yang akrab disapa Mas Sam ini mengatakan, bagaimana pun juga meski Covid-19 telah melandai, tapi pandemi belum berakhir. Karena itu protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan.


"Kita tetap menjalankan protokol kesehatan. Karena itu, kita pilih pelaksanaan khitan langsung ke rumah," ujarnya.


Anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Kota Surabaya ini mengakui sejak digagas sebulan lalu, sudah ada 40 anak yang dikhitan. Padahal prediksi pihaknya hanya ada 10 anak dalam satu bulan. Samsul berharap di bulan ini pihaknya bisa melayani sunat 75 anak.


Bagi anggota Komisi D DPRD Jatim ini, antusias masyarakat untuk mengkhitankan anak sungguh di luar dugaan. Sebab dia tidak melakukan sosialisasi secara luas. Informasi hanya berasal dari mulut ke mulut atau lewat akun instagram dan facebook miliknya.


"Program ini belum bisa dicover APBD, jadi murni dana pribadi saya. Buat saya itu tak soal karena sunat selain bagian dari kesehatan juga adalah ibadah bagi anak laki-laki. Karena itu saya bersyukur bisa membantu menjalankan syariat agama. Meskipun saat ini baru sebatas masyarakat Kota Surabaya yang bisa saya cover," pungkasnya.


Editor:

Parlemen Terbaru