• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 28 Juni 2022

Parlemen

Ketua FPKB DPRD Jatim Apresiasi Solidnya Kepemimpinan Khofifah-Emil

Ketua FPKB DPRD Jatim Apresiasi Solidnya Kepemimpinan Khofifah-Emil
Kekompakan duet Khofifah-Emil diapresiasi Ketua F PKB DPRD Jatim. (Foto: NOJ/PCk)
Kekompakan duet Khofifah-Emil diapresiasi Ketua F PKB DPRD Jatim. (Foto: NOJ/PCk)

Surabaya, NU Online Jatim
Fauzan Fuadi selaku Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menilai tiga tahun kepemimpinan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sudah solid. Namun demikian diharapkan lebih progres dalam hal menyejahterakan masyarakat Jatim. 
 

"Semoga tetap kompak dan solid. Lari lebih kencang. Sat-set, wat-wet," ujar Fauzan, Senin (14/02/2022). 
 

Bentuk dari evaluasi ke depan, Bendahara DPW PKB Jatim mengatakan program yang dicanangkan harus terlaksana bahkan maksimal. Salah satunya, yakni program bagi guru madrasah diniyah atau madin dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Jatim. 
 

Fauzan meminta, agar Pemprov Jatim bisa memberikan program yang lebih konkret lagi kepada para guru madin dan TPQ yang ada di Jatim. Bahkan juga memperioritaskan BPOPDGS (Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta). Sebab menurutnya, Pemprov Jatim hanya menganggarkan satu bulan setahun, namun ditambah hingga enam bulan saat PKB melakukan pendesakan. 
 

"Kalau bukan karena Fraksi PKB gebrak meja pada saat rapat tim anggar, ya tidak akan ditambah menjadi enam bulan. TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) harus bisa menerjemahkan rencana-rencana gubernur, jangan hanya pintar carmuk atau cari muka," imbuhnya. 
 

Selain itu, program-program kerakyatan berupa bantuan modal yang ringan harus menjadi prioritas untuk di lakukan oleh Khofifah-Emil. Misalnya seperti Koperasi Wanita (Kopwan) yang kemarin dimunculkan gubernur sebelumnya yakni Pakde Karwo dengan bantuan modal 25 juta setiap kopwan. 
 

Menurutnya, hal itu perlu dihidupkan lagi sebagai daya pengungkit kebangkitan ekonomi masyarakat. "Ya kita akui ada yang gagal kemarin sehingga program kopwan itu berhenti. Namun kan banyak yang juga berhasil," ungkapnya. 
 

Tidak hanya itu, di sisi lain ia juga meminta agar Khofifah-Emil bisa lebih memperhatikan lagi NU. Apalagi, kata dia, Khofifah merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU. Dan Emil, di Jepang sempat menjadi Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU). 
 

"Jangan tanggung-tanggung ngurus NU. Bu Khofifah, Ketua Umum PP Muslimat NU. Mas Emil di Jepang pernah Ketua PCI NU. Harusnya alokasi anggaran untuk warga NU ditingkatkan. Perhatian terhadap NU lahir batin, sama dengan garansi keberhasilan memimpin di Jatim. Di Jatim, 90 persen ya orang NU," pungkasnya.
 


Editor:

Parlemen Terbaru