• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Parlemen

Hikmah Bafaqih Pastikan Sekolah Siap Hadapi Omicron

Hikmah Bafaqih Pastikan Sekolah Siap Hadapi Omicron
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih. (Foto: NOJ/A Toriq)
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih. (Foto: NOJ/A Toriq)

Surabaya, NU Online Jatim
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih menegaskan, pengelola sekolah sudah mempunyai pengalaman menghadapi posisi gawat saat pandemi tahun lalu. Sehingga, kebijakan yang diterapkan pemerintah menghadapi badai Omicron, sekolah sudah siap. 
 

“Pengelola sekolah sudah siap menjalankan sistem pendidikan dari pemerintah,” tutur Hikmah Bafaqih, Senin (07/02/2022). 
 

Meski begitu, Ketua Perempuan Bangsa Jatim ini tetap mendorong menjalankan kebijakan sesuai ketentuan pemerintah. 
 

"Mereka mempunyai pengalaman pembelajaran saat pandemi,” kata Hikmah. 
 

Komisi yang membidangi pendidikan dan kesehatan di Jawa Timur ini menyampaikan gelombang Omicron diperkirakan membesar. Namun semangat optimisme harus tetap bangkit. 
 

“Ingat, kita sudah new normal. Hal ini diikuti dengan vaksin pertama dan vaksin kedua sudah mencapai 70 persen. Saat ini ditambah vaksin ketiga,” terang dia. 
 

Menurunkan rasa khawatir atau rasa was-was terhadap gejala Omicron, pemerintah didorong bersama peserta didik dan pengajar memperketat protokol kesehatan atau prokes. 
 

“Kami mendorong vaksinasi pendidik dan peserta didik 100 persen. Didukung lingkungan sekolah vaksin mencapai 70 persen. Upaya ini bisa memperingan terhadap ancaman pandemi,” kata dia. 
 

Di tengah penyelenggaraan sekolah tatap muka 100 persen, kasus Corona justru ditemukan di sekolah. Di Kota Surabaya, dan kabupaten/kota di Jawa Timur, setidaknya ada beberapa sekolah yang harus menghentikan pembelajaran tatap muka dan kembali melakukan pembelajaran secara online. 
 

Meski kebijakan itu diberlakukan lockdown satu kelas atau pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen. Sebab, kebijakan sekolah tatap muka yang bertujuan untuk mengejar ketertinggalan akademis ini, ternyata belum tentu selalu diikuti dengan kesadaran disiplin protokol kesehatan di sekolah. Omicron di Kota Surabaya tercatat 1.000 lebih kasus. 


Editor:

Parlemen Terbaru