• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Pemerintahan

Pameran Produk OPOP, Ramaikan Hari Santri di Lamongan

Pameran Produk OPOP, Ramaikan Hari Santri di Lamongan
Pameran Produk OPOP ramaikan kegiatan Hari Santri Nasional 2021 di Kabupaten Lamongan. (Foto: NOJ/opopjatim)
Pameran Produk OPOP ramaikan kegiatan Hari Santri Nasional 2021 di Kabupaten Lamongan. (Foto: NOJ/opopjatim)

Lamongan, NU Online Jatim

Masih dalam suasana peringatan Hari Santri Nasional 2021 juga Maulid Nabi Muhammad SAW, Kabupaten Lamongan menggelar berbagai macam kegiatan. Diantaranya wisuda tahfidz hinga pameran produk One Pesantren One Product (OPOP), yang diselenggarakan di Pendopo Lokatantra Kabupaten.

 

Kegiatan diawali dengan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membuka pameran OPOP di Halaman Pendopo yang diikuti oleh 22 Pondok Pesantren dan 20 UMKM di Kabupaten Lamongan.

 

Kegiatan ini diharapkan mampu memberdayakan pesantrenpreneur, santripreneur, sosiopreneur dalam rangka membangun kemandirian ekonomi dengan menciptakan lapangan usaha sendiri di wilayah Kabupaten Lamongan. Sekaligus, memasarkan produk-produk Pesantren pada masyarakat umum sehingga mampu bersaing dengan produk-produk industri yang berskala besar.

 

“OPOP adalah program Gubernur Jawa Timur guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pondok pesantren melalui pemberdayaan santri (santripreneur), pesantren (pesantrenpreneur), dan alumni pondok pesantren (sosiopreneur),” jelas Pak Yes, panggilan akrabnya.

 

Dalam kesempatan itu, Pak Yes juga menyampaikan pesan dari Ketua MUI Kabupaten Lamongan KH. Abdul Aziz Khoiri, agar terus Istiqomah sebagai santri.

 

“Saya menyampaikan pesan Pak Kyai Aziz, beliau berpesan kepada adik-adik semuanya supaya terus Istiqomah sebagai Santri. Santri itu tidak terbatas pada usia, tidak terbatas pada umur, santri adalah sikap, adalah sifat untuk terus belajar, untuk terus tawadhu kepada para kyai dan para alim ulama,” ucapnya.

 

Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan akronim dari kata santri. Santri berasal dari kata S yang yang memiliki arti Salamah untuk menjaga keselamatan di dunia dan di akhirat, A yang berarti Amanah, N yang artinya Nia’aya (serba bisa dalam segala hal), T yakni Ta’at kepada Allah dan rasul-Nya, R untuk Rahmatan lil alamin, dan I untuk Istiqomah.

 

“Mudah-mudahan hari santri ini menjadi momentum yang sangat kuat untuk kita terus menjadi insan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang selalu sukses dalam menjalankan kehidupan di dunia dan di akhirat,” harapnya.

 

Sementara itu, turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris OPOP Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya Kabupaten Lamongan mempunyai semangat luar biasa dalam geliat ekonomi berbasis pesantren.

 

“Kabupaten Lamongan sangat luar biasa cepat dalam merespon geliat ekonomi berbasis pesantren. Bapak Bupati sangat paham bagaimana menjadikan Pesantren sebagai pengungkit ekonomi di masa pandemi,” ujarnya.

 

“Hari ini dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Lamongan menyelenggarakan Pameran Produk OPOP Kabupaten Lamongan, yang diikuti oleh 22 Pesantren,” imbuhnya.

 

Disisi lain, Ketua panitia Hari Santri Nasional 2021 Kabupaten Lamongan, yang sekaligus adalah Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lamongan Fausi menjelaskan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri ini dimulai dengan kegiatan workshop OPOP yang diikuti 50 peserta dari santri, pesantren, maupun alumni pondok pesantren yang telah memiliki produk, mulai dari songkok, tas, bordir, ice cream, dan olahan jamur.

 

Selain workshop dan pameran, rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri ini juga diisi dengan kegiatan lomba baca kitab hadits, lomba pidato, lomba mars hari santri, upacara peringatan Hari Santri secara virtual yang juga diikuti di pesantren-pesantren. Sebagai puncak acara kegiatan, yakni wisuda tahfidz Gerakan Lamongan Menghafal yang diikuti oleh 1586 wisudawan dari tingkat SD/MI dan SMP/MTS secara virtual.


Pemerintahan Terbaru