• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Pendidikan

Mbalah Aswaja di Unisma, Gus Ali Sampaikan Pentingnya Sanad Keilmuan

Mbalah Aswaja di Unisma, Gus Ali Sampaikan Pentingnya Sanad Keilmuan
Pengasuh Pondok Bumi Sholawat Tulangan Sidoarjo, KH Agoes Ali Masyhuri saat menyampaikan mauidhoh. (Foto: NOJ/Moch Miftachur Rizki)
Pengasuh Pondok Bumi Sholawat Tulangan Sidoarjo, KH Agoes Ali Masyhuri saat menyampaikan mauidhoh. (Foto: NOJ/Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim
Pengasuh Pondok Bumi Sholawat Tulangan Sidoarjo, KH Agoes Ali Masyhuri mengatakan terdapat dua ulama besar Indonesia yang mampu mewariskan sanad keilmuan yang luar biasa. Hal ini disampaikannya saat Mbalah Aswaja yang bertajuk 'Akhlaq dan Tasawuf Pilar Membangun Moralitas Bangsa'.


"Beliau adalah Hadratus Syaikh KH Muhammad Kholil bin Abdul Lathif Bangkalan dan Mbah KH Sholeh Darat Semarang. Dua kiai ini seusia dan mondok bersama di Mekkah, ngaji kepada ulama-ulama Hijaz pada waktu itu," katanya saat kegiatan rutin yang diselenggarakan Universitas Islam Malang (Unisma) di Masjid Ainul Yaqin, Unisma, Rabu (21/12/2022).


Menurutnya, Kiai Kholil Bangkalan mempunyai murid kesayangan yaitu Hadratus Syaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari sebagai pendiri NU. Sedangkan, Mbah Sholeh Darat memiliki murid kesayangan yaitu Raden Ajeng Kartini, Hadratus Syaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari, dan KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah). Dulu di Tahun 1850, ada dua ulama Jawa yang melakukan orasi ilmiah di depan guru besar Al Azhar yaitu Syech Abdul Manan Pacitan dan Imam Nawawi al-Bantani.


“Dalam penyampaian pidato ilmiahnya, sangking tawadhu'nya, Imam Nawawi membawa pengawal orang Arab yang tinggi, besar, dan ganteng," terangnya.


“Saya mengingatkan tentang apa yang disampaikan Thabiin yakni Muhammad bin Sirin yang mengatakan, Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian. Ilmu kalau sanad ilmunya jelas, maka Insya Allah barokah dan manfaat," tambah Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) tersebut.


Sementara Rektor Unisma, Prof Dr Maskuri menyampaikan, ini menjadi salah satu ikhtiar Unisma dalam mengembangkan kampus. Dirinya menghadirkan tokoh dan panutan bersama untuk memberikan mauidhoh dan sekaligus membangkitkan semangat juang dalam rangka membesarkan Unisma yang dilandasi dengan akidah dan akhlak yang kokoh.


Pendidikan Terbaru