• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 24 Juni 2024

Pustaka

Membangun Pola Kecerdasan Anak dengan Berdongeng

Membangun Pola Kecerdasan Anak dengan Berdongeng
Sampul buku Disney Kisah Pertamaku. (Foto: NOJ)
Sampul buku Disney Kisah Pertamaku. (Foto: NOJ)

Mendongeng dengan anak adalah sesuatu yang menyenangkan, terlebih sebelum tidur. Biasanya anak senang bila orang tua menghidanginya sebuah dongeng seru. Ia bahkan menjadikan anak, selain cepat tidur, akan membangun pola pikirnya jauh lebih baik. Pada umumnya seorang anak terlahir dengan kecerdasan esensial, sehingga wajar bila kemudian mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi —yang pada gilirannya, dari rasa ingin tahu tersebut kecerdasan kognitifnya seorang anak mengalami perkembangan yang relatif signifikan dan pesat. Namun demikian, di lain sisi hal ini menjadi tantangan bagi orang tua yang belum mempunyai pengalaman mendongeng sebelumnya.

 

Buku Disney Kisah Pertamaku adalah rekomendasi buku terbitan Gramedia Pustaka yang menyajikan cerita-cerita buat si kecil, dengan rekomendasi cerita-cerita yang sangat menarik. Sebagian besar konten yang diangkatnya mengangkat tema yang edukatif. Sehingga, para orang tua tidak perlu khawatir tatkala membutuhkan sebuah adonan cerita yang tidak sampai melenceng daripada nilai-nilai edukasinya, tentu saja buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah sangat menarik dan penting dimiliki.

 

Pada dasarnya, anak usia dini —yaitu di antara usia 0 sampai usia 6 tahun— biasanya sangat dekat dengan kedua orang tuanya. Sehingga, mereka selalu menginginkan kehadiran mereka selalu berada di posisinya. Selanjutnya, orang tua mestinya menyadari bahwa perilakunya sedang dipantau anak-anaknya.

 

Pada usia enam tahun pertama, yang dalam istilah ilmu parenting seringkali diistilahkan dengan Golden Age, yaitu, masa di mana perkembangan kehidupan anak baik secara fisik, intelektual, emosional, dan sosial mengalami perkembangan yang signifikan, adalah periode penting.

 

Di lain sisi, kehadiran buku ini, selain meringankan beban orang tua dengan membantu agar menemukan bahan-bahan materi dengan mudah yang akan disampaikan kepada anak, juga agar orang tua mampu membentuk karakter anak senang membaca dari sejak dini.

 

Sebab memperkenalkan kebiasaan berliterasi dari sejak usia dini adalah langkah tepat dikarenakan pada masa tersebut merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan bagi perkembangan masa selanjutnya. Oleh sebabnya orang tua harus benar-benar serius memberikan pendidikan kepada mereka sejak membersamanya.

 

Memang, dongeng berbeda dengan ilmu sejarah yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dongeng merupakan serangkaian cerita yang tidak benar-benar terjadi, penuh hayal, luarbiasa, menghubur dan terdapat ajaran moral. Paling tidak nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya meliputi: kepatuhan, keberanian, rela berkorban, jujur, adil dan bijaksana, menghormati dan menghargai, bekerja keras, menepati janji, tahu balas budi, rendah hati, gotong-royong, tolong-menolong, dan hati- hati dalam bertindak.

 

Sebagaimana dalam cerita di buku ini, ada anak beruang yang malang. Salah satu kakinya tersangkut. Kakinya tertindih batu besar. Sehingga ia tidak bisa beraktivitas kecuali hanya merasakan rasa sakit. “Anak beruang yang malang,” seru Anna kepada teman-temannya. Oleh sebabnya Elsa mencoba mengayunkan tangannya ke arah batu besar tempat di mana kaki anak beruang itu tersangkut. Ketika batu itu dengan ajaib membeku, Kristoff mengambil sekop dari kereta dan memecahkan batu itu berkeping-keping. Anak beruang itu pun bebas (hal. 2).

 

Dalam cerita tersebut memang tidak masuk akal. Akan tetapi ceritanya akan mampu membuat pendengarnya terkesima. Pelan tapi pasti si kecil akan menemukan kesukaan pada literasi, misalnya memilih buku yang sesuai dengan kesukaannya, meskipun itu membosankan bagi ibu tapi si kecil menikmatinya sebagai salah satu cara untuk belajar kosa-kata baru. Dengan demikian, buku ini akan cocok untuk ibu yang merasakan sedikitnya literasi sebagai bahan bacaannya.

 

Selain itu, yang membuat buku ini menarik adalah cerita dari beberapa buku memiliki ketersambungan. Oleh sebabnya setelah tuntas membaca buku ini, masih akan timbul rasa penasaran pada terbitan buku tahun 2024 ini. Sudah saatnya orang tua menggeser kebiasaan buruk seperti suka memarahi anak di usia 0-6 tahun, dengan kebiasaan yang jauh lebih baik, yaitu ‘literasi’. Oleh sebabnya, ketika mendongen itu menyenangkan, maka para orang tua mempunyai buku-buku cerita seperti yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama (GPU) menjadi nescaya. Selamat membaca!

 

Identitas Buku:

Judul: Disney Kisah Pertamaku
Penulis: Nancy Parent
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2023
ISBN: 9786020671734
Peresensi: Ashimuddin Musa, alumni Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur.


Pustaka Terbaru