Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Begini Ikhtiar Lahir dan Batin Gugas Siaga NU Bangkalan Lawan Corona

Begini Ikhtiar Lahir dan Batin Gugas Siaga NU Bangkalan Lawan Corona
Penyemprotan sejumlah masjid dan mushala di Bangkalan demi memastikan virus Corona tidak tersebar. (Foto: NOJ/Abdullah Hafidi)
Penyemprotan sejumlah masjid dan mushala di Bangkalan demi memastikan virus Corona tidak tersebar. (Foto: NOJ/Abdullah Hafidi)

Bangkalan, NU Online Jatim
Kabupaten Bangkalan memiliki 273 desa dan 8 kelurahan yang tersebar pada 18 kecamatan. Dari sejumlah kecamatan tersebut Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan telah membentuk 20 kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU.

 

Kecamatan Modung dibagi menjadi tiga MWCNU, di antaranya MWCNU Modung I berpusat di Kedundung, MWCNU Modung II di Mancengan, dan MWCNU Modung III yang berada di Pakong.

 

Sejak Jumat (1/5), sepertiga daerah Bangkalan sudah ditetapkan menjadi zona merah, seperenamnya zona kuning, dan sisanya masih zona jingga. Sedangkan besaran jumlah positif Covid-19 sebanyak 12 jiwa, 2 di antaranya dinyatakan sembuh dan sisanya masih dalam perawatan rumah sakit rujukan.

 

Mengacu pada peta sebaran yang dirilis Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut, tim Gugus Tugas (Gugas) Siaga Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) PCNU Bangkalan seperti tiada lelah melawan pandemi ini. Ikhtiar lahir batin menjadi sebuah keharusan mengingat wilayah sebaran dan terdampaknya begitu luas.

 

KH Abdul Makin anggota tim Gugas asal MWCNU Burneh yang sudah kenyang pengalaman dalam tindakan penyemprotan disinfektan tersebut dipercaya memimpin tim pada giat Gugas pada, Ahad (3/5). Sasaran pertama adalah masjid dan mushalla terdekat dengan posko Gugas Siaga Covid-19 PCNU Bangkalan.

 

"Penyemprotan sebagai salah satu ikhtiar dan merupakan wujud kepedulian Gugas Siaga PCNU Bangkalan untuk meminimalisasi perluasan dampak Covid-19," tutur Kiai Makin.

 

Yang menjadi alasan mengapa masjid dan mushala menjadi sasaran penyemprotan adalah karena sebagai tempat berkumpulnya massa untuk melaksanakan shalat jamaah termasuk tarawih.

 

Selain alasan berkerumunnya banyak orang dalam satu titik menjadi sangat rentan untuk terjadinya penularan dan penyebaran virus mematikan ini, juga ingin memberikannya rasa aman dan nyaman kepada jamaah dalam menunaikan ibadah.

 

"Alhamdulillah baik di masjid atau mushala sudah mengikuti protokol kesehatan seperti penyediaan hand sanitizer dan kelengkapan alat cuci," ucap Kiai Makin.

 

Selain ikhtiar lahir tersebut, tim Gugas rencananya menggelar pembacaan Ratib Syaikhona Kholil pada pukul satu siang esok harinya di posko sebagai ikhtiar batin.

 

Kontributor: Abdullah Hafidi
Editor: Syaifullah


Editor:
F1 Bank Jatim