Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Benarkah KH Musleh Adnan Madura Itu NU?

Benarkah KH Musleh Adnan Madura Itu NU?
KH Musleh Adnan, saat menjadi penceramah dalam acara Dzikro Maulid Nabi Muhammad SAW dan Rokat Desa di Ponpes Agung Damar Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Sabtu (31/10/2020). (Foto: NOJ/ Ach Khalilurrahman).
KH Musleh Adnan, saat menjadi penceramah dalam acara Dzikro Maulid Nabi Muhammad SAW dan Rokat Desa di Ponpes Agung Damar Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Sabtu (31/10/2020). (Foto: NOJ/ Ach Khalilurrahman).

Sumenep, NU Online Jatim

KH Musleh Adnan merupakan salah satu pendakwah yang kini tengah viral di daerah Madura dan tapal kuda. Banyak orang menyukai gaya ceramahnya karena selalu disampaikan dengan untaian kalimat sederhana, mudah dicerna, tapi pembahasannya tetap mendalam.

 

Video pengajian kiai asal Kabupaten Jember yang kini menetap di Pamekasan tersebut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai platform media sosial, baik YouTube, Facebook, bahkan TikTok.

 

Meski demikian, ada saja masyarakat yang mempertanyakan ke-NU-annya. Lalu, bagaimana jawaban KH Musleh Adnan?. Kali ini Kiai Musleh menjawab pertanyaan tersebut saat menjadi penceramah dalam acara Dzikro Maulid Nabi Muhammad SAW dan Rokat Desa di Ponpes Agung Damar Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Sabtu (31/10/2020).

 

Ia menerangkan bahwa semua alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo seperti dirinya aktif di NU hampir menjadi suatu kewajiban.

 

"Di struktural kepengurusan Nahdlatul Ulama, saya ini merupakan Rais Syuriah Ranting NU Blumbungan. Saya masuk pula di jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang NU sebagai wakil ketua. Bahkan di tingkat cabang, saya ada di jajaran pengurus Lembaga Dakwah PCNU pamekasan," terang beliau.

 

Pada kesempatan tersebut, Kiai Musleh juga menjelaskan bahwa niat atau tujuan utama perayaan maulid Nabi Muhammad Saw itu ada tiga, tasyakkur, tawassul, dan tabarruk.

 


 

"Tasyakkur artinya kita bersyukur atas lahirnya Nabi Muhammad, tawassul artinya memohon pertolongan lewat Rasulullah agar desa ini menjadi desa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, sementara tabarruk berarti mengharap barokah dari acara Maulid Nabi ini," tutur beliau dalam ceramahnya.

 

Penulis: Ach Khalilurrahman

Editor: Romza

PWNU Jatim Harlah