Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sarung Sabreh, Produk Unggulan Pesantren Al-Ghazali Bangkalan

Sarung Sabreh, Produk Unggulan Pesantren Al-Ghazali Bangkalan
Produk Sarung Sabreh. (Foto: NOJ/Anita)
Produk Sarung Sabreh. (Foto: NOJ/Anita)

Bangkalan, NU Online Jatim

Salah satu program unggulan yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yakni One Pesantren One Product (OPOP). Program yang dinaungi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut tidak lain agar membentuk pesantren yang mandiri dalam perekonomian.

 

Menyadari hal tersebut, Pondok Pesantren Al-Ghazali Tanjung Bumi, Bangkalan memiliki produk unggulan yang menjadi salah satu dari identitas pesantren. Produk dimaksud yakni Sarung Sabreh yang memiliki ciri khas dan menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum adam. Utamanya kalangan santri yang notabene adalah pengguna setia sarung dalam segala aktivitas.

 

KH Zainal Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ghazali memaparkan bahwa corak atau motif dari Sarung Sabreh tersebut merupakan corak yang jarang digunakan santri.

 

“Kami memilih corak sarung yang memang jarang dipakai oleh santri. Selain itu, kami juga coba membuat merk sendiri dengan corak yang sedikit berbeda,” paparnya, Ahad (8/11/2020).

 

KH Zainal Arifin juga menambahkan bahwa nama dari sarung Sabreh sendiri terinspirasi dari nama dari sebuah desa sehingga diharap mampu mengenalkan ke khalayak.

 

“Dari segi penamaan, kami gunakan nama desa yakni Desa Sabreh. Selain itu, harapannya juga bisa mengangkat nama desa tersebut di masyarakat. Tidak ada yang menyamai terkait penamaan sarung,” jelasnya.

 

Selain itu, dalam hal kemasan sarung tenun yang berbahan matrix tersebut dilakukan dengan menarik seperti merk sarung terkenal.

 

“Sarung Sabreh tersebut adalah sarung tenun yang berbahan dasar matrix kw. Selain itu kami mengemas dengan paper bag dan juga sticker. Jadi kemasannya berbeda dari sarung biasa yang hanya dibungkus plastik. Kemasannya hampir mirip seperti sarung kenamaan,” ungkapnya.

 

Dijelaskan KH Zainal Arifin bahwa produksi sarung sudah berjalan selama dua tahun terakhir.

 

“Kami produksi setiap tahun, dalam kurun waktu kurang lebih enam bulan. Bulan Syawal sudah harus siap, utamanya saat penerimaan santri baru,” ujarnya.

 

Menurutnya, sarung Sabreh ini bisa berjalan dengan baik karena bantuan OPOP.

 

“Alhamdulillah dengan hadirnya OPOP, pesantren semakin peduli dengan kegiatan kewirausaan,” terangnya.

 

Sarung Sabreh bisa didapatkan hanya di koperasi Pondok Pesantren Al-Ghazali, Tanjung Bumi, Bangkalan. Selain itu, sarung juga dipasarkan saat ada acara haflah pesantren atau imtihan.

 

“Kami juga berharap sarung tersebut bisa dinikmati tidak hanya oleh santri, alumni maupun simpatisan, namun juga dari masyarakat di luar lingkup pesantren,” pungkasnya.

 

Kontributor: Anita

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim