• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Rehat

6 Tips Etika Bermedia Sosial dalam Islam

6 Tips Etika Bermedia Sosial dalam Islam
Ilustrasi bermedia sosial di gadget dalam genggaman tangan.
Ilustrasi bermedia sosial di gadget dalam genggaman tangan.

Keberadaan media sosial sekarang tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari masa kini. Perkembangan teknologi informasi, ditambah dengan semakin banyaknya platform media sosial semakin mendukung pesatnya arus informasi yang beredar di masyarakat.


Media sosial bisa menjadi sarana untuk silaturahmi dengan teman, sanak dan saudara yang tempat tinggalnya saling berjauhan. Namun media sosial juga bisa menjadi pemecah belah tali silaturahmi jika tidak santun dalam penggunaannya.


Banyak sekali contoh perpecahan dan pertengkaran yang terjadi antar anak bangsa yang diakibatkan tidak adanya kontrol dalam bermedia sosial. Keberadaan media sosial sebagai pengikat tali silaturahmi perlu lebih ditingkatkan esensinya agar senantiasa tidak lepas kendali dalam mengeluarkan opini.


Islam sebagai agama yang menuntun umatnya untuk selalu mengutamakan berbuat baik dalam setiap sisi kehidupan. Begitu juga dalam bermedia sosial, Islam mendukung dengan tetap memperhatikan etika dan akhlak.


Berikut adalah beberapa etika yang harus diperhatikan dalam menggunakan media sosial:


1. Jadikan sebagai sarana untuk menebar kebaikan.

Informasi yang tersebar di media sosial sedikit banyak mendeskripsikan kejernihan akhlak penulisnya. Mereka yang memiliki pandangan menyebarkan manfaat melalui tulisan dan berwawasan luas tidak akan tergesa-gesa dalam mengunggah berita. Ladang pahala justru akan mengalir apabila setiap hal yang diunggah berkhazanah Islam dan menebar faedah.


2. Lakukan cek dan ricek sebelum berpendapat.

Apabila berita yang ditampilkan hanya untuk mencari popularitas atau istilah kerennya 'pansos' tanpa mengindahkan kebenaran dan fitnah yang akan ditimbulkan, hal ini bisa menjadi awal kesalahpahaman. Berita hoaks tersebar bahkan fitnah dan perundungan melalui tulisan bisa terjadi di media sosial karena kebiasaan asal unggah. Untuk itulah, mencari kebenaran berita menjadi hal wajib sebelum menyebarkannya.


3. Harus memahami bahwa media sosial atau dunia maya sama halnya dengan dunia nyata.

Karena di dunia maya saat ini dapat ditelusuri kepemilikan akunnya, selain itu jejak digital akan dapat dilacak dikemudian hari, oleh karena itu perlu berhati-hati jangan menganggap remeh dunia maya. Menyapa dan mengomentari pendapat atau tingkah laku seseorang di media sosial sama halnya dengan menyapa di dunia nyata.


4. Mengingat hisab atas segala perbuatan.

Menyadari sepenuhnya akan adanya hisab atau perhitungan atas tiap detail yang kita perbuat dapat menjadi pengontrol utama dalam mengendalikan perbuatan. Akan ada hari akhir di ujung kehidupan dunia yang menjadikan manusia sadar akan keterbatasan usia yang dimilikinya. Timbangan baik dan buruk menjadi titik penentu keberadaan manusia di akhirat: surga atau neraka. Kesadaran akan hisab ini pun semestinya kita pegang saat menggunakan media sosial karena apa pun yang kita lakukan dengan media sosial juga akan menjadi catatan amal yang dipertanggungjwabkan kelak.


5. Merasa diawasi oleh malaikat utusan Allah.

Merasa selalu diawasi oleh malaikat utusan Allah di bahu kanan dan kiri semestinya menjadikan tubuh dan akal berpikir sebelum melakukan tindakan. Begitu pula dengan aktivitas di jejaring sosial. Tulisan, cuitan, unggahan dan komentar kita di media sosial juga kelak akan dimintai pertanggungjawaban.


6. Ikhlas Tanpa Mengumbar Riya

Tetapkan misi untuk menggapai ridla Allah tanpa beharap pujian dari manusia yang melambungkan popularitas. Misi atau niat hanya terjadi satu arah, yaitu kejujuran hati kepada Sang Pemilik Kehidupan. Siapapun tidak bisa melihat, apalagi memberikan penilaian terhadap niat seseorang. Hal ini akan menjadi hal yang mendasari untuk terus melakukan segala hal positif meski di media sosial.


Dengan tetap memperhatikan enam etika dalam menggunakan media sosial ini, diharapkan persaudaraan akan terjadi walaupun hanya di dunia maya. Tali silaturahmi tetap terjalin dan manfaat perkembangan teknologi sebagai sarana mengkaji ilmu pun dapat terwujud. Mari jaga etika sebagai predikat muslim terpuji dalam bermedia sosial.


Editor:

Rehat Terbaru