• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Rehat

Hijir Ismail, Sejarah dan Keutamaannya

Hijir Ismail, Sejarah dan Keutamaannya
Hijir Ismail adalah termasuk dalam bangunan Ka'bah yang memiliki sejarah dan keutamaan. (Foto: NOJ/MKt)
Hijir Ismail adalah termasuk dalam bangunan Ka'bah yang memiliki sejarah dan keutamaan. (Foto: NOJ/MKt)

Saat ini sebagian calon jamaah haji dari Tanah Air sudah berada di Makkah dan Madinah. Salah satu tempat yang sangat sayang untuk diperhatikan adalah Hijir Ismail. 


Sekadar diketahui bahwa di area sekitar Ka’bah, ada bangunan seperti pagar setengah lingkaran yang ada di sebelah utara kiblat shalat umat Islam itu. Area dalam lingkaran pagar setinggi 1,3 meter dan panjang kurang lebih 21,5 meter tersebutlah yang dinamakan sebagai Hijir Ismail. 


Tempat ini menjadi salah satu tempat favorit jamaah Masjidil Haram karena penuh berkah dan mustajabnya doa yang dipanjatkan di dalamnya. Di era pandemi Covid-19, Hijir Ismail menjadi salah satu tempat yang tidak lagi bisa bebas diakses dan disentuh oleh jamaah selain situs lain seperti Ka’bah itu sendiri, Hajar Aswad, dan Multazam (dinding antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah). 


Pada kondisi normal, ribuan jamaah akan berebut untuk masuk ke Hijir Ismail melalui dua pintu yang ada di sebelah timur dan barat. Mereka rela berdesak-desakan untuk dapat masuk dan melaksanakan shalat serta berdoa di dalamnya. Ketika berada di dalamnya, terkadang sulit untuk dapat melakukan shalat secara sempurna. Saat ruku' dan sujud, bisa dipastikan tidak bisa leluasa karena kapasitas jamaah yang membludak dan dibatasinya waktu karena banyaknya jamaah lain yang menunggu. Sebagian dari Hijir Ismail sendiri merupakan bagian dari Ka'bah. Sehingga masuk ke dalamnya sama saja seperti berada di dalam Ka’bah. 


Dikisahkan ketika Siti Aisyah ingin masuk ke dalam Ka’bah, Rasulullah bersabda yang diriwayatkan oleh Abu Daud: Sayyidah Aisyah berkata: Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat di dalamnya. Rasulullah  membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail dan berkata: Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena termasuk sebagian dari Ka’bah


Berbagai riwayat menyebutkan bahwa awal adanya Hijir Ismail adalah bekas kamar Ismail bersama ibunya, Siti Hajar. Tempat yang awalnya hanya pondasi batu dan ditutup atapnya dengan dedaunan ini menjadi lokasi Ismail dan Siti Hajar beristirahat. Pada tahun 606 Masehi, Kaum Quraisy melakukan pemugaran Ka’bah ketika Nabi Muhammad berumur 35 tahun. Karena kekurangan biaya untuk memugar, akhirnya tembok sisi barat dan timur dikurangi sekitar 3 meter. Pengurangan dinding Ka'bah ini secara otomatis menambah luas Hijir Ismail dari yang awalnya 5,5 meter menjadi 8,5 meter. 

 


Kisah ini juga tersebut dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Aisyah: Tahukah engkau bahwa ketika kaummu membangun Ka’bah, mereka telah mengurangi dasar-dasar yang dibangun Nabi Ibrahim. 


Adapun keutamaan beribadah di dalam Hijir Ismail di antaranya adalah adanya sejumlah malaikat yang berada di pintu masuk. Para malaikat ini selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan shalat dua rakaat di Hijr Ismail bahwa mereka telah diampuni dosa-dosanya.


Editor:

Rehat Terbaru