• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 24 Juni 2024

Tapal Kuda

Gedung Qur'an Center JQHNU Lumajang Diharapkan Menjadi Pusat Syiar Aswaja

Gedung Qur'an Center JQHNU Lumajang Diharapkan Menjadi Pusat Syiar Aswaja
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Qur'an Lumajang, Kiai Abdul Hamid (kanan) saat memberi arahan pada acara selamat di Gedung Qur'an Center JQHNU Lumajang. (Foto: NOJ/Sufyan)
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Qur'an Lumajang, Kiai Abdul Hamid (kanan) saat memberi arahan pada acara selamat di Gedung Qur'an Center JQHNU Lumajang. (Foto: NOJ/Sufyan)

Lumajang, NU Online Jatim

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Qur'an Lumajang, Kiai Abdul Hamid berharap, Gedung Qur'an Center Jam'iyyatul Qurra' Wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) yang siap dioperasikan bisa menjadi pusat pengembangan dan syiar Al-Qur'an yang berlandaskan ideologi Ahlussunah Wal Jama'ah (Aswaja) an-Nahdliyyah. 

 

Hal itu disampaikan Kiai Abdul Hamid saat memberikan arahan pada acara selamatan  selesainya lantai pertama pembangunan gedung yang terletak di Gang Rengganis Kelurahan Tompokersan Lumajang, Jum'at (30/12/2022).

 

Menurut Kiai Abdul Hamid, letak gedung di kawasan yang sepi, meskipun berada di wilayah perumahan di kota dan bersebelahan langsung dengan pusat kegiatan organisasi selain NU, menjadi tantangan tersendiri bagi JQHNU Lumajang untuk syiar Al-Qur'an ala NU.

 

"ni tantangan ke depan, karena saudara sebelah tampak sudah besar seperti itu, sedangkan kita masih segini. Maka yakinlah dengan perjuangan yang ikhlas, berjuang sungguh-sungguh Insyaallah akan terwujud syi'ar itu," jelas Kiai Hamid.

 

Namun, Kiai Hamid yakin, JQHNU dengan gedung baru ini akan semakin besar dan berkembang. Secara khusus Kiai Hamid berpesan, gedung yang ada ini jangan hanya dibuat untuk acara seremonial belaka, namun juga harus dibuat giat batin.

 

"Pengurus harus sering kesini berdo'a, riyadloh batin, dzikir, mujahadah dan munajat bersama di sini melibatkan para ahlul Qur'an dan sesepuh JQHNU," tegas Kiai Hamid.

 

Kiai Hamid menilai, JQHNU sebagi salah satu Badan Otonom (Banom) NU harus menjadi ujung tombak dakwah NU melalui Al Qur'an, apalagi pada saat ini semua berlomba-lomba menonjolkan program Al Qur'annya untuk bisa menarik minat masyarakat.

 

"Sementara kita masih kalah syi'ar dan branding, meskipun saya yakin SDM di JQHNU sangat mumpuni. Mari bersama-sama bagaimana kedepan JQHNU Lumajang bisa lebih baik, dengan ikhtiar dan mujahadah Insyaallah ada jalan dan barokah," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru