• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Tokoh

Profil KH MA Sahal Mahfudh, Rais Aam PBNU 1999-2014

Profil KH MA Sahal Mahfudh, Rais Aam PBNU 1999-2014
KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh. (Foot: NOJ/NU Online)
KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh. (Foot: NOJ/NU Online)

KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan ulama kelahiran Kajen, Pati, Jawa Tengah pada 17 Desember 1937.


Kiai Sahal terpilih sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar Ke-30 NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada tahun 1999. Kiai Sahal kembali terpilih sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar Ke-31 NU di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah pada tahun 2004.

 

Muktamar Ke-32 NU di Makassar, Sulawesi Selatan tahun 2010 juga kembali mengamanahkan jabatan Rais Aam kepada Kiai Sahal.


Sebagaimana termaktub dalam Ensiklopedia NU, sebelum menjabat sebagai Rais Aam PBNU, Kiai Sahal sejak mudanya sudah aktif di NU sebagai Kordinator Ma'arif NU Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, pada akhir 1960-an.


Lalu sebagai Katib Syuriyah PCNU Pati pada periode 1967-1975, sekaligus sebagai Ketua LP Ma'arif PCNU Kabupaten Pati.


Kemudian, ia menjadi Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pati (1975-1980), dan menjadi Katib Syuriyah PWNU Jawa Tengah (1980-1982).


Sebelum diangkat sebagai Rais Aam PBNU, Kiai Sahal pernah diangkat sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah (1982-1985) menggantikan posisi KH Ahmad Abdul Hamid Kendal.


Dilansir dari NU Online, kiprah Kiai Sahal tentu ditopang dengan latar belakang pendidikannya yang panjang. Usai menamatkan studinya di lingkungannya, Kiai Sahal mengembara untuk memperdalam pengetahuannya, mulai di Pondok Pesantren Bendo, Pare, Kediri, Jawa Timur; Pondok Pesantren Sarang, Rembang, Jawa Tengah; hingga di Makkah al-Mukarramah di bawah bimbingan Syekh Yasin al-Fadani.


Kiai Sahal wafat pada Jumat, 24 Januari 2014 pukul 01.05 WIB di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati, Jawa Tengah. Jenazahnya dimakamkan di kompleks pemakaman Syekh Mutamakkin, Kajen, Pati, Jawa Tengah.


Kepemimpinannya di PBNU dilanjutkan oleh KH Ahmad Mustofa Bisri sebagai Penjabat Rais Aam. Ia sendiri terpilih sebagai Rais Aam PBNU meneruskan KH Ilyas Ruhiat.


Tokoh Terbaru