• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Keislaman

Berikut Rahasia Sukses Bekerja dalam Islam

Berikut Rahasia Sukses Bekerja dalam Islam
Sukses bekerja tidak terlepas dari kedisiplinan, jujur dan solid (Foto: NOJ/ pngwing)
Sukses bekerja tidak terlepas dari kedisiplinan, jujur dan solid (Foto: NOJ/ pngwing)

Bekerja tidak sekedar memenuhi kebutuhan hidup duniawi, tetapi sebagai pengabdian pada Allah. Dalam arti, bekerja tidak hanya meraih harta, tetapi ridha Allah. Semangat ini tercermin dalam beberapa anjuran agama. Berikut beberapa dalil terkait nilai etos kerja menurut pandangan Islam.
 

1. Keseimbangan kerja antara untuk keperluan pribadi dan kelompok, antara keperluan jasmaniah dan ruhaniah, antara keperluan duniawi dan ukhrawi. 
 

كُلُوا مِنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَٱعْمَلُوا صَـٰلِحَاً إِنِّى تَعْمَلُونَ عَلِيْمٌ
 

Artinya : Makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mu’minun [23]: 51)
 

2. Bekerja menurut kadar kemampuan dan keahlian pribadi yang optimal. Artinya, tidak bekerja melebihi batas kemampuan. 
 

لَايُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًاإِلَّا وُسْعَهَا
 

Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupan. (QS. Al-Baqarah [2]: 286)
 

وَيَـٰقَوْمِ ٱعْمَلُوْا عَلَـٰى مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَـٰمِلٌ
 

Artinya : Dan (dia berkata): Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu. Sesungguhnya aku pun berbuat (pula). (QS. Hud [11]: 93)
 

3. Dalam bekerja senantiasa disiplin, menghargai dan memanfaatkan waktu dan kesempatan sebaik-baiknya.
 

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَـٰنَ لَفِى خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوْا وَعَمِلُواْ الصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 
 

Artinya : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-Ashr [103]: 1-3)
 

4. Jujur. Jika serahi pekerjaan akan mengerjakannya dengan tanggung jawab. 
 

قَالَتْ إِحْدَىٰهُمَا يَٰٓأَبَتِ ٱسْتَـْٔجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ ٱسْتَـْٔجَرْتَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْأَمِينُ
 

Artinya : Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: Wahai ayahku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dipercaya. (QS. Al-Qashash [28]: 26)
 

5. Rendah hati. Artinya, tidak memiliki niat dan perbuatan memandang rendah pekerjaan orang lain serta tidak menyombongkan diri dengan kemampuan dan pekerjaan atau jabatannya. 
 

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَـٰهِلُونَ قَالُوْا سَلَـٰمًا
 

Artinya : Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hatinya dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS. Al-Furqan [25]: 63)
 

6. Berencana dan produktif. Artinya, melakukan pekerjaan tidak asal-asalan, melainkan penuh perhitungan sehingga baik. Juga berusaha kontinu, tidak menunda-nunda pekerjaan dan bersungguh-sungguh sehingga produktif. 
 

فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
 

Artinya : Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. (QS. Alam Nasrah [95]: 7)
 

7. Proporsional dan tidak iri hati. Artinya, setiap orang bekerja dengan kodratnya. Apa yang dihasilkan, berupa balas jasa dan tidak iri hati. 
 

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَـٰى بَعْضٍ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّااكْتَسَبْنَ وَسْئَلُواْ اللهَ مِن فَضْلِهِ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا
 

Artinya : Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kalian lebih banyak dari sebagian yang lain (karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. An-Nisa' [4]: 33)
 

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِ نسَـٰنِ إِلَّا مَا سَعَـٰى
 

Artinya : Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (QS. An-Najm [53]: 39)
 

8. Adil. Artinya, semua pihak yang terlibat dalam pekerjaan hendaknya berlaku adil.
 

9. Bekerja di jalan yang benar dan baik. Artinya, bekerja untuk mendapatkan nafkah itu bukan sekedar bekerja, melainkan bekerja dengan cara yang benar dan halal. 
 

10. Penyegeraan balas jasa. Orang yang mempekerjakan seseorang seyogyanya diberi imbalan atau upah.
 

Poin-poin tersebut menjadi kunci sukses seseorang dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, baik di kalangan profesional maupun pemula. 


Keislaman Terbaru