• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Keislaman

Panduan Menjamak dan Qashar Shalat

Panduan Menjamak dan Qashar Shalat
Ada sejumlah hal yang hendaknya dipahami saat akan menjamak dan qashar shalat. (Foto: NOJ/ISt)
Ada sejumlah hal yang hendaknya dipahami saat akan menjamak dan qashar shalat. (Foto: NOJ/ISt)

Di antara rukhshah atau dispensasi yang diberikan kepada mereka yang melakukan perjalanan jauh adalah dengan menjamak dan qashar shalat fardlu. Kendati demikian, ada sejumlah ketentuan yang harus diketahui saat menjamak dan qashar shalat. 


Yang dimaksud dengan shalat jamak ialah mengumpulkan dua shalat fardhu dikerjakan dalam satu waktu shalat. Shalat yang boleh dijamak adalah shalat duhur dengan asar, dan magrib dengan isya. 


Jenis Shalat Jamak 
Shalat jamak ada 2 (dua) macam: Pertama, jamak taqdim ialah melakukan shalat duhur dan asar pada waktu duhur atau melakukan shalat magrib dan isya pada waktu magrib.


Kedua, jamak ta’khir ialah melakukan shalat duhur dan asar pada waktunya shalat asar atau melakukan shalat magrib dan isya pada waktu shalat isya.   


Jamak Taqdim 
Syarat-syarat jamak taqdim ada 4 (empat): 


1. Tartib 

Maksudnya mendahulukan shalat yang pertama daripada yang kedua. Seperti mendahulukan shalat duhur daripada asar, atau mendahulukan magrib daripada isya.   


2. Niat Jamak dalam Shalat Pertama 

Waktu niatnya adalah antara takbir dan salam. Tapi yang sunah, niat bersamaan dengan takbiratul ihram


Bacaan niat shalat duhur dan asar dengan jamak taqdim yakni:  


أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى   


Artinya: Saya niat shalat fardlu duhur empat rakaat dijamak bersama asar dengan jamak taqdim karena Allah Taala.   


Niat shalat magrib dan isya dengan jamak taqdim yakni: 


   أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى 


Artinya: Saya niat shalat fardlu magrib tiga rakaat dijamak bersama isya dengan jamak taqdim karena Allah Taala.   


3. Muwalat (berurutan) 

Maksudnya antara dua shalat pisahnya tidak lama menurut uruf. Jadi, setelah dari shalat yang pertama harus segera takbiratul ihran untuk shalat yang kedua.   


4. Tetap dalam Perjalanan

Ketika mengerjakan shalat yang kedua masih tetap dalam perjalanan. Meskipun perjalanan itu tidak harus mencapai masafatul qashr, sebagaimana shalat qashar. Hal ini sebagaimana dalam matan Gahayah wat Taqrib:


   ويجوز للمسافر أن يجمع بين الظهر والعصر فى وقت أيهما شاء، وبين المغرب والعشاء فى وقت أيهما شاء 


Artinya: Boleh saja bagi musafir menjamak (mengumpulkan) antara shalat duhur dan asar dalam waktu mana saja yang ia suka (di antara keduanya). Dan antara shalat magrib dan isya di waktu mana saja yang ia suka.     


Jamak Ta'khir 

Syarat jamak ta’khir ada dua


1. Niat Jamak Ta’khir 

Niat tersebut dilakukan dalam waktunya shalat yang pertama. 


Lafal niat shalat duhur dan asar dengan jamak ta’khir yaitu:


   أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تأخِيْرٍلِلهِ تَعَالَى   


Artinya: Saya niat shalat fardlu duhur empat rakaat dijamak bersama asar dengan jamak ta’khir karena Allah Taala.    


Lafal niatnya shalat magrib dan isya dengan jamak ta’khir adalah:


   أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالعِشَاءِ جَمْعَ تأخِيْرٍلِلهِ تَعَالَى   


Artinya: Saya niat shalat fardlu magrib tiga rakaat dijamak bersama isya’ dengan jamak ta’khir karena Allah Taala.   


2. Masih dalam Perjalanan

Ketika mengerjakan shalat yang kedua, masih tetap dalam perjalanan sebagaimana keterangan di atas.

 

Artikel diambil dariTata Cara Menjamak Shalat

 

Dengan demikian, umat Islam tetap harus menjaga shalat rawatib meski sedang dalam perjalanan. Bahwa shalat adalah ibadah pertama yang kelak akan dihisab di akhirat. Wallahu a'lam.


Editor:

Keislaman Terbaru